Menlu Sugiono Kecam Israel: Tindakan Terhadap Relawan Gaza tak Manusiawi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Tindakan Terhadap Relawan Gaza tak Manusiawi Menlu Sugiono mengecam keras tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0.(Dok. Kemlu)

MENTERI Luar Negeri RI Sugiono mengecam keras tindakan militer Israel nan mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional. Sugiono menegaskan bahwa perlakuan terhadap para relawan sipil, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), merupakan pelanggaran nyata terhadap norma internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menyambut kepulangan sembilan relawan WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (25/5). Menlu menilai tindakan sewenang-wenang Israel selama masa penahanan tidak dapat dibenarkan dari perspektif pandang kemanusiaan maupun norma humaniter internasional.

"Tindakan sewenang-wenang nan merendahkan martabat penduduk sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap norma internasional dan norma humaniter internasional," tegas Sugiono dalam konvensi pers tersebut.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia mengutuk keras perlakuan tidak manusiawi nan diterima para relawan selama berada dalam penahanan militer Israel. "Sembilan saudara-saudara kita tersebut tiba dengan selamat di tanah air. Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan koordinasi dari semua pihak," ujarnya.

Keberhasilan pemulangan ini disebut sebagai hasil dari diplomasi berlapis nan melibatkan lima perwakilan RI, ialah KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma. Sugiono juga memberikan apresiasi unik kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir nan membantu proses penjemputan para relawan dari Ashdod, Israel.

"Keberhasilan pemindahan dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif nan dilakukan pemerintah Indonesia secara berlapis," tambah Sugiono.

Dalam kesempatan nan sama, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfattah A.K. Al-Sattari, turut datang dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para relawan Indonesia. Ia menyebut kesembilan WNI tersebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

"Saya mau mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan pemerintah serta rakyat Indonesia," ucap Al-Sattari sebagai corak apresiasi atas support konsisten Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Saat ini, kesembilan WNI tersebut telah diserahterimakan kepada pihak family setelah melalui proses verifikasi dan pemeriksaan kesehatan pasca-pemulangan dari wilayah konflik. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia