
Penanganan Kemenkes untuk wilayah terdampak kabut asap karhutla. (Foto: dok Kemenkes)
JAKARTA - Kementerian Kesehatan mendistribusikan tambahan masker, oxygen concentrator (OC) hingga obat-obatan unik ISPA ke wilayah terdampak kabut asap kebakaran rimba dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut diungkapkan Budi Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bagian kesehatan di Jakarta pada Sabtu, 17 Oktober 2026 berbareng dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Sugiono.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak karhutla (Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah), kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes.
Dalam kesempatan itu, Sugiono sendiri menekankan respons darurat terpadu antara pusat dan wilayah sebagai satu perihal krusial dalam menghadapi akibat kesehatan akibat kebakaran rimba dan lahan.
"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik kudu dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua kudu bergerak berbareng mengambil langkah sigap dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan nan dihadapi masyarakat terdampak Karhutla," ujar Sugiono, dikutip Minggu (18/10/2026).
Layanan Optimal untuk Anak, Ibu Hamil, dan Lansia
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pendistribusian tambahan 500 ribu masker, oxygen concentrator (OC) hingga obat-obatan sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah khususnya obat-obatan unik ISPA.
"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan nan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka jasa rumah oksigen dan menjamin kesiapan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," kata Budi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·