Sementara itu, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengungkapkan, KAI Commuter telah menyediakan akomodasi air minum cuma-cuma alias water station di 43 stasiun wilayah Jabodetabek.
Kehadiran akomodasi ini menjadi salah satu upaya KAI Commuter memberikan kenyamanan dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna, sekaligus mendorong kebiasaan ramah lingkunhan dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
"Inovasi ini juga dalam mendukung program Environmental, social, and corporate governance (ESG) dan aktivitas kampanye Green Commuter ialah aktivitas ramah lingkungan KAI Commuter dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai di area transportasi publik," kata Karina saat dihubungi Liputan6.com, dikutip Selasa (10/8/2026).
Penyediaan water stasion tidak dilakukan secara langsung dan serentak, melainkan bertahap. KAI Commuter memprioritaskan stasiun-stasiun nan dinilai mempunyai volume pengguna tinggi, seperti stasiun transit maupun stasiun integrasi.
Berbeda dengan akomodasi air minum nan menggunakan galon, water station KAI Commuter terhubung langsung dengan jaringan air PDAM.
Karina menjelaskan, KAI Commuter belum mempunyai info secara spesifik mengenai debit alias volume air nan digunakan setiap harinya. Hal ini lantaran pasokan air berasal langsung dari jaringan PDAM, kemudian dialirkan ke mesin filtrasi sebelum dapat dikonsumsi oleh penumpang.
"Untuk debit alias volume airnya lantaran dari PDAM langsung masuk ke mesin filtrasi. Ini tidak menggunakan galon alias wadah, tapi langsung dari saluran PDAM masuk ke mesin filtrasi," kata KAI Commuter.
Meski demikian, KAI Commuter memastikan bahwa air nan tersedia telah melalui proses sterilisasi dan memenuhi standar mutu air minum. Kualitas air juga telah diuji di Water Quality Laboratory nan dikelola Coway International Indonesia bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Untuk menjaga kualitas dan higienitas air, pengetesan kualitas serta perawatan akomodasi juga dilakukan secara berkala dengan memenuhi 20 dari 20 parameter baku mutu, meliputi parameter mikrobiologi seperti Escherichia coli (E. coli) dan total kuman coliform, parameter bentuk seperti suhu, total dissolved solids (TDS), kekeruhan, warna, dan bau, serta beragam parameter kimia lainnya," jelasnya.
Kehadiran water station ditargetkan tidak hanya ke beberapa stasiun saja. KAI Commuter berencana memperluas penyediaan water station hingga seluruh stasiun, terlebih mendapatkan respon nan positif dari masyarakat.
Karina mengatakan, akomodasi serupa juga telah datang di sejumlah wilayah operasional Commuter Line lainnya, seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
"Fasilitas ini mendapatkan respons nan positif dari pengguna Commuter Line. Tentunya KAI Commuter telah merencanakan pemenuhan ini di seluruh stasiun," tutupnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·