Selama bertahun-tahun, masyarakat sering membentuk gambaran bahwa kehidupan seorang wanita bakal terasa komplit ketika dia menemukan seseorang untuk dicintai dan mencintainya kembali. Banyak kisah, film, apalagi lingkungan sosial menggambarkan bahwa akhir nan senang selalu berangkaian dengan menemukan pasangan. Seolah-olah perjalanan seorang wanita bakal berakhir setelah dia menemukan “orang nan tepat”.
Namun, apakah betul kebahagiaan wanita hanya dapat ditemukan melalui sebuah hubungan?
Pertanyaan tersebut mulai banyak dipertanyakan oleh wanita modern nan menyadari bahwa hidup mereka mempunyai banyak ruang untuk berkembang. Mereka mulai memahami bahwa menjadi senang bukan hanya tentang mempunyai seseorang di samping mereka, tetapi juga tentang mempunyai hubungan nan baik dengan diri sendiri.
Memilih diri sendiri bukan berfaedah menolak cinta alias menganggap hubungan romantis tidak mempunyai arti. Sebaliknya, memilih diri sendiri adalah corak kesadaran bahwa seorang wanita mempunyai nilai apalagi sebelum seseorang datang dalam hidupnya. Ia mempunyai mimpi nan mau diperjuangkan, keahlian nan mau dikembangkan, dan kehidupan nan mau dibangun berasas pilihannya sendiri.
Seperti nan pernah dikatakan oleh penulis dan aktivis wanita asal Amerika Serikat, Audre Lorde, “Caring for myself is not self-indulgence, it is self-preservation.” Kutipan tersebut menggambarkan bahwa merawat dan menghargai diri sendiri bukanlah corak keegoisan, melainkan sebuah kebutuhan agar seseorang bisa menjalani hidup dengan lebih utuh.
Perempuan nan memilih dirinya sendiri bukanlah wanita nan kehilangan kesempatan untuk dicintai. Ia hanya memahami bahwa cinta bukan satu-satunya sumber kebahagiaan dalam hidupnya.
Ketika Perempuan Berhenti Menunggu dan Mulai Membangun Dunianya Sendiri
Ada masa ketika seorang wanita sering dinilai berasas status hubungannya. Perempuan nan mempunyai pasangan dianggap lebih bahagia, sementara wanita nan menjalani hidup sendiri sering kali dianggap sedang menunggu seseorang datang untuk melengkapi hidupnya.
Pandangan seperti ini secara perlahan menciptakan tekanan sosial nan membikin sebagian wanita merasa bahwa mereka kudu segera menemukan pasangan agar dianggap sukses dalam hidup. Padahal, keberhasilan seorang wanita tidak hanya dapat diukur melalui siapa nan berada di sampingnya, tetapi juga melalui apa nan bisa dia ciptakan dan gimana dia berkembang sebagai individu.
Kebahagiaan dapat ditemukan melalui beragam bentuk. Bagi sebagian perempuan, kebahagiaan datang ketika mereka sukses mencapai angan nan selama ini diperjuangkan. Ada kebahagiaan ketika seseorang bisa menyelesaikan pendidikan, membangun karier, menghasilkan karya, mengembangkan bakat, alias melakukan sesuatu nan memberikan makna bagi dirinya dan orang lain.
Mimpi menjadi salah satu ruang bagi wanita untuk mengenal keahlian dirinya. Ketika seorang wanita mengejar apa nan dia inginkan, dia tidak hanya sedang mencari pencapaian, tetapi juga sedang membangun identitasnya sendiri.
Ia belajar bahwa dirinya bukan hanya seseorang nan datang dalam kehidupan orang lain, tetapi juga seseorang nan mempunyai cerita, tujuan, dan perjalanan pribadi.
Dalam banyak kasus, karya menjadi langkah seorang wanita berbincang kepada dunia. Karya tidak selalu kudu berupa sesuatu nan besar alias terkenal. Terkadang, karya datang melalui hal-hal sederhana: tulisan nan dibagikan, pengetahuan nan diberikan kepada orang lain, pekerjaan nan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, alias keberanian untuk menciptakan sesuatu nan sebelumnya hanya menjadi bayangan.
Melalui proses tersebut, wanita menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari seseorang nan memberikan perhatian kepadanya, tetapi juga dari kepuasan ketika dia bisa memandang dirinya berkembang.
Pertumbuhan diri juga menjadi bagian krusial dalam perjalanan seorang perempuan. Ada kekuatan nan muncul ketika seseorang belajar menikmati waktunya sendiri, memahami pikirannya, menerima kekurangannya, dan terus memperbaiki dirinya.
Kesendirian tidak selalu berfaedah kesepian. Terkadang, ruang sendiri adalah tempat seseorang menemukan jawaban tentang siapa dirinya sebenarnya.
Seorang wanita nan nyaman dengan dirinya sendiri tidak berfaedah dia tidak memerlukan orang lain. Ia hanya tidak lagi mencari seseorang untuk mengisi kekosongan dalam hidupnya. Ia memilih hubungan bukan lantaran merasa kurang, tetapi lantaran mau berbagi kehidupan nan sudah dia bangun dengan penuh kesadaran.
Pada akhirnya, memilih diri sendiri adalah tentang memberikan kesempatan kepada diri untuk tumbuh tanpa kudu selalu menunggu pengakuan dari orang lain. Perempuan tidak kudu membuktikan nilainya melalui status hubungan, lantaran keberhargaan seseorang tidak pernah ditentukan oleh apakah dia sedang dicintai alias tidak.
Cinta memang indah, tetapi cinta bukan satu-satunya cerita nan dimiliki seorang perempuan. Ada mimpi nan kudu dikejar, karya nan kudu diciptakan, dan kehidupan nan kudu dijalani.
Sebab, wanita nan paling kuat bukanlah wanita nan tidak memerlukan siapa pun, melainkan wanita nan mengetahui bahwa dirinya tetap berbobot apalagi ketika dia hanya mempunyai dirinya sendiri.
Karena sebelum menjadi rumah bagi orang lain, seorang wanita perlu belajar menjadi rumah nan nyaman bagi dirinya sendiri.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·