Menhut Tambah Sumur Hidran Antisipasi Karhutla Jambi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menhut Tambah Sumur Hidran Antisipasi Karhutla Jambi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.(Dok. Antara)

MENTERI Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memastikan penambahan sarana dan prasarana (sarpras) berupa sumur hidran untuk mengantisipasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) berulang di area gambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Langkah ini diambil guna memperkuat kesiapan sumber air di letak rawan kebakaran.

"Jadi (sumur hidran) relatif sumber air ada, kelak tambah selang dan perawatan. Penambahan sumur, kelak kita eksekusi," ujar Menhut Raja Juli saat meninjau letak di Jambi, Selasa (25/8).

Sumur hidran merupakan penampungan air unik untuk proses pemadaman api. Keberadaan prasarana nan sebelumnya dibangun melalui program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) ini dinilai strategis dalam menciptakan pasokan air darurat saat terjadi kebakaran di lahan gambut nan susah dijangkau.

Selain penambahan sarpras, pemerintah telah menyusun skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) nan dijadwalkan berjalan pada 27 hingga 30 Agustus mendatang. Upaya ini dibarengi dengan penebalan pasukan di lapangan melalui pengerahan 500 personel dari Dinas Kehutanan setempat.

Menhut menekankan pentingnya kerjasama masyarakat tingkat tapak, mengingat karakter lahan gambut di wilayah tersebut mempunyai kedalaman hingga empat meter dan berbatasan langsung dengan rimba lindung gambut seluas 17 ribu hektare. "Mohon kerja sama seluruh masyarakat agar perihal semacam ini tidak terjadi di tempat lain," tegasnya.

Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pandan Sejahtera, Sarwo, melaporkan bahwa saat ini terdapat 23 sumur hidran aktif nan sangat efektif mengendalikan api. Berkat sarana tersebut, kebakaran nan telah berjalan selama tiga hari dapat diredam sebelum menyentuh area rimba lindung nan hanya berjarak satu kilometer.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 135 titik api di wilayahnya, dengan lonjakan 53 titik pada bulan Agustus saja. Total luas lahan gambut nan terbakar telah mencapai 108 hektare.

Muslimin menyebut 56% dari total 514 ribu hektare daratan di Tanjung Jabung Timur adalah lahan gambut nan sangat riskan terbakar. Kehadiran Menhut diharapkan menjadi motivasi bagi petugas di lapangan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penanganan karhutla di daerah. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia