Kelanjutan penuh tersebut juga segera disusul dengan peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026 sebagai prasarana utama pasar karbon nasional.
"Hadirnya SRUK bakal memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan pasar, sekaligus memberikan kapabilitas nan lebih besar bagi para developer proyek dan juga penanammodal global," papar Raja Juli.
Bersamaan dengan peluncuran SRUK tersebut, Raja Juli mengatakan beberapa proyek karbon kehutanan Indonesia juga bakal terdaftar secara resmi dan memenuhi kualifikasi internasional.
"Hal ini mempertegas kesiapan Indonesia mengelola potensi besar solusi berbasis alam mulai dari rimba tropis, lahan gambut, hingga mangrove, serta penjajakan teknologi masa depan seperti biochar dan CCUS," terang dia.
Raja Juli turut membujuk bumi internasional untuk melakukan tiga tindakan kolektif bersama.
Pendekatan ini dimulai dengan mengirimkan sinyal kuat ke pasar mengenai peran krusial angsuran karbon berintegritas tinggi, mendorong korporasi, dan lembaga finansial dunia mengintegrasikan angsuran karbon berbobot ke dalam strategi transisi suasana mereka, serta memperkuat kerja sama internasional di bawah Article 6 Perjanjian Paris.
"Melalui kerjasama nan setara dan saling menghormati prioritas nasional, Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan seluruh mitra dunia demi mewujudkan ekosistem pasar karbon bumi nan lebih besar, kuat, dan terpercaya," jelas Raja Juli.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·