Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkap potensi kenaikan biaya haji 2026 imbas perang nan dilakukan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Dalam rapat kerja di Komisi VIII DPR, Irfan menyebut potensi kenaikan bisa mencapai lebih dari 50 persen alias mencapai Rp50,8 juta per jemaah dalam skenario perubahan rute penerbangan dari biaya semula sebesar Rp33,5 juta.
Sedangkan, dalam skenario tak ada perubahan rute penerbangan, kenaikan sebesar 39,85 persen alias senilai Rp46,9 juta per jemaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per jemaah naik menjadi sekitar 46,9 juta alias meningkat 39,85 persen. Sementara pada skenario perubahan rute, biaya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar 50,8 juta alias naik hingga 51,48 persen," kata Irfan, Rabu (8/4).
Menurut dia, potensi kenaikan itu disebabkan lantaran kenaikan nilai avtur bumi akibat orang Iran dengan AS-Israel. Maskapai Garuda Indonesia, kata Irfan, mengungkap potensi penambahan waktu perjalanan hingga 4 jam jika menggunakan rute pengganti sehingga ada penambahan avtur mencapai 12 ribu ton.
Belakangan, maskapai plat merah itu juga telah mengirimkan surat nomor Garuda/JAKARTA/ DZ/20181-26 nan mengusulkan tambahan Rp7,9 juta per jemaah pada nilai avtur 116 US$ sen per liter.
Sedangkan, Saudi Airline melalui surat nomor 11732247/11501 April 2026 mengusulkan tambahan sebesar USD 480 per jemaah pada nilai aftur 137,4 US$ sen per liter.
Menurut Irfan, kondisi haji 2026 berada dalam tekanan situasi geopolitik dunia nan kian kompleks.
"Kondisi ini menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan aspek dunia nan semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan haji," kata Irfan.
(thr/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·