Tim Liputan6.com juga sempat mendatangi langsung Koperasi Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun sayangnya, hanya ada tenaga kerja penjaga koperasi saja nan bisa ditemui.
Menurut tenaga kerja itu, pengurus koperasi paling tidak datang satu kali seminggu untuk mengecek, karena tetap bekerja di luar. Sedangkan sehari-hari, hanya ada tenaga kerja penjaga koperasi tersebut.
Meski begitu, tenaga kerja itu menceritakan jika sehari-hari koperasi cukup ramai. Apalagi, kata dia, saat akhir pekan Sabtu dan Minggu.
"Alhamdulillah rame, apalagi jika pas libur Sabtu Minggu, sampe penuh ini," kata Nana, tenaga kerja koperasi.
Tim Liputan6.com memandang peralatan display nan dijual di Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai cukup banyak. Seperti ada air mineral, minuman dingin lainnya, pampers, popok dewasa, pembalut, tisu, frozen food, apalagi ada juga air galon dan gas.
Rupanya menurut Nana, pembeli koperasi juga banyak dari tenant nan berdagang di Blok M Hub. Ya, Koperasi Merah Putih Melawai berada di Blok M Hub.
"Lumayan banyak sih nan dari tenant-tenant di sini, beli gas, paling itu sih nan seringnya," ucap Nana.
Lantaran belum sukses menemui pengurus, untuk untung nan didapat belum bisa diketahui.
Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp 78 Ribu dalam Enam Bulan
Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono buka bunyi mengenai Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan nan menjadi sorotan lantaran hanya mencatat untung sekitar Rp 78 ribu dalam enam bulan.
Dalam Rapat Kerja berbareng Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026), Ferry menjelaskan, Koperasi Melawai mempunyai karakter nan berbeda dibandingkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sehingga tidak bisa disamakan dari sisi model upaya maupun kepantasan usahanya.
"Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai nan itu didirikan secara berdikari oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," kata Ferry.
Dia menjelaskan koperasi nan berada di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan upaya nan berbeda dengan koperasi di pedesaan.
"Karena itu tentu bakal berangkaian dengan model upaya dan feasibility study nan sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model upaya dan feasibility study nan ada di koperasi-koperasi nan berbudi pekerti desa dan kelurahan nan di tidak di kota besar gitu, sehingga memang ada perbedaan," lanjut Ferry.
Dia menyebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berencana menyusun prototipe unik bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar agar lebih sesuai dengan kondisi dan potensi ekonomi perkotaan.
"Tapi dalam waktu dekat kami bakal apa membangun prototype nan unik untuk di kelurahan di kota-kota besar dengan model upaya dan feasibility study nan berbeda," kata Ferry.
Menurut dia, pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan kelembagaan dan prasarana koperasi di wilayah pedesaan.
"Tapi kami memang kemarin prioritas pertamanya adalah membangun badan norma dan gedung bentuk penyimpanan gerai kelengkapannya di desa-desa dengan prototype luas tanah nan memang apa kita tentukan," tutup Ferry.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·