Ilustrasi(IPB Digitani)
TANAMAN puring kembali menjadi tren di kalangan pecinta tanaman hias pada 2026. Tanaman nan mempunyai nama ilmiah Codiaeum variegatum ini dikenal lantaran corak daunnya nan unik dan berwarna-warni, mulai dari hijau, kuning, merah, hingga oranye dalam satu tanaman.
Selain digunakan sebagai hiasan rumah dan taman, puring juga mulai banyak dibahas lantaran dipercaya mempunyai sejumlah faedah kesehatan tradisional. Tak heran jika tanaman ini semakin terkenal di media sosial maupun organisasi urban gardening dalam beberapa tahun terakhir.
Puring termasuk tanaman tropis nan mudah ditemukan di Indonesia. Bentuk daunnya sangat beragam, ada nan panjang, keriting, hingga menyerupai pita dengan kombinasi warna mencolok. Karena tampilannya nan eksotis, tanaman ini sering dijadikan komponen hiasan untuk mempercantik laman maupun interior rumah.
Menurut sejumlah penelitian herbal tradisional, daun puring diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid nan mempunyai aktivitas antioksidan. Kandungan tersebut dipercaya membantu tubuh melawan radikal bebas nan dapat memicu beragam gangguan kesehatan.
Dalam pengobatan tradisional di beberapa wilayah Asia Tenggara, tanaman puring juga kerap dimanfaatkan sebagai ramuan herbal untuk membantu mengatasi demam, gangguan pencernaan ringan, hingga peradangan. Meski demikian, faedah tersebut tetap memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya secara medis.
Selain faedah kesehatan, tanaman puring juga disebut bisa membantu meningkatkan kualitas udara di lingkungan rumah. Tanaman hias dengan daun lebat diketahui dapat membantu menyerap polutan udara tertentu sekaligus menciptakan suasana ruangan nan lebih segar dan nyaman.
Popularitas tanaman puring ikut meningkat seiring tren rumah hijau dan style hidup slow living nan berkembang di masyarakat urban. Banyak orang mulai menjadikan tanaman hias sebagai bagian dari relaksasi sekaligus hiasan alami di rumah.
Perawatan tanaman puring sendiri tergolong cukup mudah. Tanaman ini memerlukan sinar mentari nan cukup agar warna daunnya tetap cerah. Penyiraman rutin juga krusial dilakukan, namun kondisi tanah sebaiknya tidak terlalu basah agar akar tidak mudah membusuk.
Meski terlihat cantik, masyarakat tetap disarankan berhati-hati jika mau menggunakan tanaman puring sebagai bahan herbal. Beberapa jenis puring diketahui mempunyai getah nan dapat menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang.
Karena itu, penggunaan tanaman ini untuk pengobatan sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan alias mahir herbal terpercaya agar terhindar dari pengaruh samping nan tidak diinginkan. (Royal Horticultural Society/National Library of Medicine/Kew Science Plants of the World Online/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·