
Ibu mengandung alami sindrom lorong tapal. (Foto: Freepik)
KELUHAN tangan kesemutan, meninggal rasa, alias nyeri pada pergelangan tangan cukup sering dialami oleh ibu hamil. Utamanya saat memasuki trimester kedua dan ketiga.
Meski kerap dianggap sebagai bagian normal dari kehamilan, kondisi ini bisa menjadi tanda Sindrom Lorong Karpal alias Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Lantas, apa itu Sindrom Lorong Karpal?

1. Apa Itu Sindrom Lorong Karpal?
Dilansir dari Medscape, sindrom lorong karpal terjadi ketika saraf median nan melewati lorong sempit di pergelangan tangan mengalami tekanan. Kondisi ini dapat menimbulkan beragam indikasi nan mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kesemutan hingga kelemahan pada tangan.
Lantas, kenapa ibu mengandung sering mengalaminya? Selama kehamilan, tubuh mengalami beragam perubahan, termasuk peningkatan volume cairan. Penumpukan cairan pada jaringan tubuh dapat menyebabkan pembengkakan, termasuk di area pergelangan tangan.
Pembengkakan tersebut dapat menekan saraf median nan berada di dalam lorong karpal. Alhasil, kondisi ini memicu munculnya indikasi CTS.
Selain retensi cairan, perubahan hormon selama kehamilan juga diduga berkedudukan dalam meningkatkan akibat terjadinya sindrom lorong karpal. Jadi ibu mengandung mesti waspada.
2. Gejala nan Perlu Diwaspadai
Gejala CTS pada ibu mengandung beragam. Salah satunya kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
Kemudian, indikasi lainnya adalah meninggal rasa pada tangan, terutama saat bangun tidur. Seseorang nan mengalami CTS juga bakal merasakan nyeri alias sensasi seperti tertusuk jarum.
Ciri lainnya adalah tangan terasa lemah saat menggenggam benda, sering menjatuhkan peralatan tanpa sengaja, dan eluhan nan memburuk pada malam hari. Banyak ibu mengandung mengaku kudu mengibaskan alias menggerakkan tangan saat terbangun pada malam hari untuk mengurangi rasa kesemutan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·