Ilustrasi(magnific)
PENYAKIT gagal ginjal sering kali menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Namun, krusial untuk dipahami bahwa kondisi ini mempunyai pengelompokkan dan penanganan nan berbeda tergantung pada penyebab serta lama kerusakannya.
Dokter ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM, menjelaskan bahwa secara umum kandas ginjal terbagi menjadi dua kategori utama: akut dan kronis. Perbedaan mendasar keduanya terletak pada aspek pencetus dan potensi pemulihan kegunaan organ tersebut.
Gagal Ginjal Akut: Dampak Dehidrasi dan Infeksi
Gagal ginjal akut merupakan kerusakan ginjal nan terjadi secara mendadak dalam hitungan hari. Menurut Anindia, kondisi ini biasanya dipicu oleh aspek eksternal nan mengganggu keahlian ginjal secara tiba-tiba, seperti jangkitan berat alias dehidrasi (kekurangan cairan) nan ekstrem.
“Kalau kita atasi aspek penyebabnya, kita harapkan kegunaan ginjal dapat kembali seperti semula,” ujar Anindia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6).
Ia menambahkan, jika aspek pencetus seperti jangkitan alias dehidrasi dapat ditangani dengan sigap dan tepat, pasien kemungkinan besar tidak perlu menjalani prosedur hemodialisis alias cuci darah secara berkelanjutan.
Gagal Ginjal Kronis: Akibat Gaya Hidup dan Penyakit Penyerta
Berbeda dengan jenis akut, kandas ginjal kronis berkembang secara perlahan dalam jangka waktu panjang, apalagi bisa mencapai puluhan tahun. Kondisi ini sering kali berasal dari style hidup tidak sehat nan memicu penyakit degeneratif seperti glukosuria melitus dan hipertensi.
“Hipertensi nan lama dan tidak terkontrol lama-lama mengganggu kegunaan ginjal, menyebabkan komplikasi ke ginjal hingga akhirnya menyebabkan penyakit ginjal kronis,” jelasnya.
Pada fase kronis, kerusakan ginjal biasanya sudah berkarakter permanen alias parah lantaran berjalan lebih dari tiga bulan. Dalam kondisi ini, pasien umumnya memerlukan tindakan hemodialisis berkepanjangan untuk menggantikan kegunaan ginjal nan telah menurun drastis.
Perbandingan Gagal Ginjal Akut vs Kronis
Untuk memudahkan pemahaman mengenai perbedaan kedua kondisi ini, berikut adalah ringkasan berasas penjelasan medis:
| Waktu Terjadinya | Tiba-tiba (hitungan hari) | Lama (lebih dari 3 bulan) |
| Penyebab Utama | Dehidrasi berat, infeksi, aspek pencetus mendadak | Hipertensi, glukosuria melitus, style hidup tidak sehat |
| Sifat Kerusakan | Berpotensi kembali normal (reversible) | Kerusakan parah dan menetap |
| Kebutuhan Cuci Darah | Sementara (tergantung penanganan penyebab) | Berkepanjangan/Rutin |
Berdasarkan info dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, kunci utama dalam menghadapi akibat kandas ginjal adalah penemuan awal dan pengendalian penyakit penyerta. Bagi penderita hipertensi dan diabetes, kontrol rutin menjadi nilai meninggal agar kegunaan ginjal tidak terus tergerus hingga mencapai tahap kronis. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·