Mengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China yang Menyala di Malam Hari

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jakarta -

Chongqing adalah salah satu kota metropolitan nan berada di barat daya China. Kota nan dikelilingi oleh sungai, area perbukitan, dan gedung-gedung menjulang tinggi ini juga dikenal dengan 'The City of Rivers'.

detikcom berkesempatan mengunjungi Kota Chongqing. Berangkat dari Beijing Capital International Airport, Rabu (14/10/2026) lama penerbangan menuju Chongqing Jiangbei International Airport menyantap waktu sekitar 2 jam 30 menit.

Perjalanan dari airport ke pusat kota Chongqing menempuh waktu sekitar 30 hingga 40 menit melalui jalan tol. Pemandangan selama perjalanan menampilkan pabrik, gedung-gedung dan pepohonan di sekelilingnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu memasuki pusat kota, Chongqing dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi. Bangunan beton itu tersusun rapi dan diselingi oleh pepohonan.

Persimpangan di Kota Chongqing tersusun rapi dengan jalan layang bertingkat-tingkat. Mobil-mobil nan melaju di atasnya membikin pemandangan makin menarik.

Suhu pada siang hari berkisar antara 22-24 derajat Celsius lantaran saat ini memasuki musim gugur. Sementara pada malam hari, suhu turun menjadi 18-20 derajat Celsius. Kondisi cuaca saat detikcom tiba di Chongqing tampak berawan dengan langit putih berkabut.

Mengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam HariMengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Tentang Kota Chongqing

Chongqing adalah pusat ekonomi utama di China barat daya. Kota ini berada di hulu Sungai Yangtze nan membentang sepanjang 691 km melintasi Chongqing. Bagi nan mau mengetahui lebih dalam mengenai sejarah Kota Chongqing, visitor bisa berjamu ke Chongqing Planning Exhibition Gallery.

Berdasarkan info di galeri ini, luas wilayah Kota Chongqing sekitar 82.400 kilometer persegi dengan 37 distrik dan kabupaten. Populasi masyarakat kota ini mencapai 31,873 juta jiwa dengan tingkat urbanisasi sebesar 73,02%.

Selain dijuluki 'The City of Rivers', Chongqing juga dikenal sebagai 'Mountain City'. Chongqing didominasi oleh perbukitan, di mana area perbukitan mencapai 75% dari total wilayah.

Mengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam HariMengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam Hari (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Selain itu, Sungai Yangtze nan membentang di Kota Chongqing juga berjumpa dengan Sungai Jialing, Sungai Wujiang, dan sungai-sungai lainnya. Kondisi geografis ini membikin Kota Chongqing mempunyai banyak jembatan. Pada malam hari, jembatan-jembatan tersebut dihiasi oleh tata sinar nan indah.

Gedung-gedung tinggi juga berdiri pada area berbukit di Chongqing. Kondisi ini membikin jalanan kota semakin menarik untuk dijelajahi. Di pinggir jalan, berbanjar toko dan pedagang kuliner.

Sensasi Night Sailing di Chongqing

Pusat Kota Chongqing berada di titik pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing. Pertemuan sungai ini membentuk semenanjung nan dikelilingi perairan pada tiga sisi pusat kota. Kondisi ini dimanfaatkan sebagai lokasi wisata pelayaran kapal.

detikcom turut mencoba pengalaman menyusuri Sungai Yangtze dan Sungai Jialing menggunakan kapal pesiar pada malam hari alias Chongqing Two Rivers Night Cruise. Pelayaran ini berjalan selama 40 menit.

Dalam pelayaran menyusuri sungai, pemandangan Chongqing terlihat begitu menawan dengan kilau lampu gedung dan lampu jalanan. Dari atas kapal, visitor dapat menikmati pemandangan malam kompleks Hongyadong. Kawasan ini menampilkan gedung tradisional China di sepanjang lereng sungai dengan kilauan lampu-lampu.

Mengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam HariMengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam Hari Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Kapal juga melintas di bawah Qiansimen Bridge dan Dongshuimen Bridge. Kedua jembatan ini semakin terlihat memukau dengan pencahayaan berwarna-warni pada malam hari. Terkadang prnacahayaan berwarna merah lampau berganti dengan putih.

Pelayaran ini juga menyuguhkan pemandangan Chongqing Grand Theatre, kompleks pencakar langit Raffles City Chongqing, serta deretan gedung modern di area Nanbin Road. Dari atas air, Kota Chongqing betul-betul terlihat menyala di malam hari.

Setelah menikmati pelayaran malam, visitor dapat menyantap makan malam di area kuliner Hongyadong. Sambil menikmati hidangan, visitor bisa menyaksikan pemandangan sungai dengan lampau lalang kapal.

Kereta Monorel Menerobos Gedung

Sarana transportasi di Chongqing cukup beragam, mulai dari kereta monorel, bus, hingga taksi. Salah satu nan paling terkenal di Chongqing adalah monorel nan menembus gedung apartemen. Jalur ini berada di Stasiun Liziba nan berada di dalam gedung apartemen.

detikcom berkesempatan mengunjungi area ini pada Kamis (16/10). Kawasan kereta monorel masuk gedung ini ramai dikunjungi warga.

Mengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam HariMengenal Chongqing, 'The City of Rivers' di China nan Menyala di Malam Hari (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Begitu ada kereta nan menuju alias dari Stasiun Liziba ini, visitor ramai-ramai mengabadaikan momen. Ada nan berpose dengan latar belakang kereta nan masuk alias keluar gedung.

Lalu lintas di menjelang letak cukup tersendat. Pada bagian trotoar ramai dipenuhi wisatawan.

Selain itu, Chongqing mempunyai lokasi wisata berhistoris lainnya, ialah kota tua Ciqikou Ancient Town di Distrik Shapingba nan terletak di tepi Sungai Jialing.

(lir/yld)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑