Mengenal Benih Padi Tahan Kekeringan yang Disiapkan Kementan Hadapi El Nino

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Mentan Amran saat sidak di Karawang, Senin (31/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Ancaman El Nino dapat meningkatkan akibat kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk di sentra pertanian. Keterbatasan air membikin pemilihan varietas padi menjadi perihal krusial untuk menjaga produksi pangan.

Salah satu langkah nan disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah menyiapkan Varietas Unggul Baru (VUB) nan mempunyai sifat toleran terhadap kondisi kekurangan air alias benih tahan kekeringan.

Selain itu, Kementan juga menyiapkan varietas dengan umur panen nan lebih pendek alias genjah. Varietas-varietas tersebut disiapkan melalui Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan unik untuk menghadapi musim kemarau.

Padi Gogo

Salah satu golongan varietas nan dapat digunakan untuk menghadapi kondisi kekurangan air adalah padi gogo. Padi itu dinilai cocok untuk lahan kering alias minim pasokan air.

Berdasarkan info Kementan, varietas nan direkomendasikan untuk kategori Padi Gogo meliputi lini Inpago seperti Inpago 4, 5, 8, 8 Agritan, 9, 10, 11 Agritan, 12 Agritan, 13 Agritan, hingga Inpago 13 Fortiz. Selain itu, terdapat pula varietas lokal teruji seperti Situ Bagendit dan Situ Patenggang.

Padi Sawah dan Tadah Hujan

Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO

Untuk kategori Padi Sawah dan Lahan Tadah Hujan, terdapat deretan varietas unggul seperti Inpari 32, Inpari 38/Simpati 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 40 Agritan, dan Inpari 41 Tadah Hujan Agritan.

Kementan juga menyiapkan varietas tahan kering berteknologi Green Super Rice (GSR) seperti Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, dan Inpari 46 GSR Tadah Hujan, serta varietas pendukung lainnya seperti Cisaat dan varietas lokal sejenis.

Kementan juga menyiapkan golongan Padi Umur Super Genjah agar petani dapat segera memanen hasil sebelum pasokan air semakin terbatas. Varietas unggulan di golongan ini di antaranya adalah Cakrabuana Agritan dan Padjadjaran Agritan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyebut Kementan saat ini sudah menyiapkan sederet strategi untuk menghadapi El Nino tahun ini. Salah satunya bibit nan tahan kekeringan.

“Kita sudah persiapan (menghadapi El Nino) jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat nih seperti ini (dengan PM AAS). Kemudian bibit nan bibit nan tahan kekeringan,” kata Amran di lahan pertanian di Desa Ciasem, Subang, Jawa Barat, Kamis (2/9).

Menurut Amran, langkah-langkah menghadapi El Nino nan disiapkan Kementan tersebut telah berasas pengalaman menghadapi kondisi suasana sebelumnya. Dia optimistis produksi pangan tetap dapat dijaga meski Indonesia menghadapi ancaman El Nino.

Dia juga memastikan posisi produksi Januari-Oktober diproyeksikan menyentuh nomor 31 juta ton. Menurut dia nomor tersebut belum ditambah dengan produksi dua bulan terakhir 2026, nan diproyeksi masing-masing 1,5 juta ton.

“Sekarang posisinya sudah 30 juta ton lebih ya, sudah 31 juta ton. Kalau bulan depan anggaplah jelek-jeleknya 1,5-1,5 kembali 34 (juta ton),” tutur Amran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan