Mengapa Korupsi Tak Pernah Habis di Indonesia? Ini Akar Masalahnya

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Mengapa Korupsi Tak Pernah Habis di Indonesia? Ini Akar Masalahnya

Ilustrasi korupsi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Mengapa korupsi seolah tak pernah betul-betul lenyap dari Indonesia? Padahal, beragam undang-undang telah diterbitkan, lembaga antirasuah dibentuk, hingga operasi tangkap tangan terus dilakukan. Namun, praktik suap, penyalahgunaan jabatan, dan korupsi anggaran tetap terus bermunculan.

Menurut Pengamat Hukum dan Politik Pieter C. Zulkifli, persoalan utama saat ini bukan lagi lantaran Indonesia kekurangan patokan alias lembaga penegak hukum, melainkan lemahnya konsistensi dalam menjalankan sistem nan sudah ada.

"Korupsi tak pernah betul-betul kalah di negeri ini. Selama norma tebang pilih dan tata kelola dibiarkan rapuh, pergantian rezim hanya mengganti wajah, bukan masalahnya," kata Pieter dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Ia mengawali analisisnya dengan mengutip filsuf Yunani, Plato, nan mengatakan, "The price of apathy towards public affairs is to be ruled by evil men." Menurut Pieter, quote tersebut tetap relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, ketika korupsi terus muncul dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

"Pemerintahan berganti, semboyan pemberantasan korupsi berubah, lembaga diperkuat lampau dilemahkan, tetapi buletin tentang operasi tangkap tangan, suap proyek, jual beli jabatan, mafia peradilan, hingga penyalahgunaan anggaran tetap menjadi konsumsi publik nyaris setiap pekan," ujarnya.

Bagi Pieter, pertanyaan nan semestinya diajukan bukan lagi kenapa korupsi terjadi, melainkan kenapa negara belum bisa menghentikannya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com