Menurut Brian, penguatan internasionalisasi, pengembangan riset kolaboratif, serta pemanfaatan hasil penelitian nan dapat dihilirisasikan juga didorong terhadap perguruan tinggi oleh Mendiktisaintek.
"Hal ini dapat meningkatkan daya saing kampus di tingkat global," jelas Brian.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua FRI Garuda Wiko menyampaikan, FRI bakal terus memperkuat perannya sebagai wadah kerjasama perguruan tinggi dalam menghasilkan pemikiran strategis bagi pembangunan nasional.
Dia menyampaikan, pada periode kepengurusan 2025–2026, FRI bakal memfokuskan beragam program kolaboratif pada bagian pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, digitalisasi, material maju, maritim, dan pertahanan melalui tiga komisi serta sejumlah golongan kerja tematik.
"Harapannya, FRI dapat menjadi supporting system kebijakan, platform dialog, forum kolaboratif untuk riset dan inovasi, serta wadah peningkatan standar akademik di perguruan tinggi," kata Garuda.
Selain pengukuhan, turut diadakan Dialog Nasional berjudul 'Relevansi Pendidikan Tinggi sebagai Pusat Unggulan Inovasi: Memperkuat Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah'.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerjasama antara para ketua perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi dan percepatan pembangunan nasional berbasis pengetahuan pengetahuan dan inovasi.
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperkuat kerjasama dengan perguruan tinggi dan beragam pemangku kepentingan agar riset, inovasi, dan sumber daya manusia nan dihasilkan bisa memberikan faedah nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·