Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan kebijakan tidak naik kelas secara otomatis bakal mulai diterapkan pada tahun aliran 2027/2028.
Saat ini, pemerintah tengah menyusun peraturan menteri dan petunjuk teknis sebagai landasan penyelenggaraan kebijakan tersebut.
Abdul Mu'ti mengatakan rencana penerapan kebijakan itu telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini kami sudah melakukan proses pengkajian dan insya Allah tahun aliran baru 2027/2028 bakal mulai diberlakukan," kata Abdul Mu'ti saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu.
Ia menjelaskan, sistem kenaikan kelas nantinya tidak hanya merujuk pada keahlian akademik alias penguasaan materi pelajaran. Perkembangan karakter peserta didik juga bakal menjadi salah satu aspek nan dipertimbangkan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tetap menyusun rancangan peraturan menteri beserta petunjuk teknis untuk menjadi referensi bagi sekolah dan pembimbing dalam menerapkan kebijakan tersebut.
Menurut Abdul Mu'ti, kebijakan kenaikan kelas nan bertindak sebelumnya menimbulkan sejumlah keluhan dari kalangan guru.
Di sisi lain, capaian akademik peserta didik tetap perlu ditingkatkan sehingga diperlukan pendekatan nan bisa mendorong semangat belajar sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.
"Melalui kebijakan tidak naik kelas secara otomatis, pemerintah berambisi peserta didik lebih termotivasi untuk belajar, meningkatkan penguasaan materi, serta membangun karakter dan mental nan kuat," kata dia.
Abdul Mu'ti kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo. Selain patokan mengenai kenaikan kelas, pemerintah juga menyiapkan kebijakan penjurusan peserta didik nan telah mendapat persetujuan Presiden.
Kedua kebijakan tersebut tetap memerlukan penyelesaian izin dan patokan teknis sebelum diterapkan pada tahun aliran 2027/2028.
Sementara itu, mengenai wacana sekolah cuma-cuma nan sebelumnya dibahas Presiden Prabowo, Abdul Mu'ti menyebut pemerintah berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan.
"Namun, bagian penjelasannya dalam keterangan nan tersedia belum utuh sehingga belum dapat dirinci lebih lanjut," kata dia.
(antara/isn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·