Mendagri Dorong Skema Baru Percepat Pembangunan Huntap

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendukung penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pembangunan kediaman tetap (huntap) bagi masyarakat nan rumahnya rusak berat akibat bencana.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Usulan Penyesuaian Bantuan Stimulan Rumah Rusak Berat Terdampak Bencana melalui DSP BNPB di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera itu menuturkan, pembangunan huntap diprioritaskan bagi penduduk nan rumahnya rusak berat maupun lenyap akibat bencana. Secara umum, skema pembangunan dibagi menjadi tiga, ialah in situ, eksitu mandiri, dan eksitu kompleks komunal.

Untuk skema in situ, rumah dibangun kembali di letak semula andaikan kondisi tanah dinilai tetap kondusif dan pembangunannya dilakukan oleh BNPB.

Sementara itu, skema eksitu berdikari dilakukan dengan penduduk membangun rumah secara berdikari di lahan lain nan dimiliki lantaran letak lama tidak kondusif ditempati. Skema ini dilaksanakan dengan support anggaran dan pengawasan dari BNPB.

Adapun skema eksitu kompleks komunal dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) maupun pihak mengenai lainnya.

Dalam skema ini, pemerintah wilayah (Pemda) menyiapkan lahan dan akses pendukung, sedangkan pembangunan area permukiman dilakukan oleh Kementerian PKP. Tito mengatakan, anggaran pembangunan huntap komunal telah dialokasikan dan mulai direalisasikan tahun ini.

"Nah, nan di huntap in situ dan eksitu mandiri, nan ditangani oleh BNPB, ini kan lebih kompleks lantaran sendiri-sendiri. Itu bakal digunakan sistem tersendiri nan kita usulkan, namanya Dana Siap Pakai, lantaran memang BNPB ini fleksibel. Kita mau agar terjadi pergerakan cepat," ujar Tito.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑