Jakarta, CNBC Indonesia - Di hadapan Komisi VI DPR RI, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan keahlian perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan hasil positif. Di tengah tantangan ekonomi global, surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 tercatat mencapai US$41,05 miliar, ditopang pertumbuhan ekspor peralatan maupun jasa.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu parameter bahwa sektor perdagangan tetap bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kinerja perdagangan tahun 2025 memperlihatkan keahlian nan sangat baik, di antaranya surplus perdagangan periode Januari-Desember 2025 mencapai US$41,05 miliar. Pertumbuhan ekspor riil peralatan dan jasa sebesar 7,03%, pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,06%, dan rasio ekspor jasa terhadap PDB sebesar 3,03%," kata Budi dalam Rapat Kerja berbareng Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Untuk menjaga momentum tersebut, Kemendag menetapkan tiga program prioritas nan bakal menjadi konsentrasi penyelenggaraan kebijakan perdagangan.
"Sebagai bentuk nyata dari keselarasan dengan arah kebijakan Astacita, serta menjawab tantangan kondisi domestik maupun dunia nan berkembang, Kementerian Perdagangan telah menetapkan tiga program prioritas utama," ujarnya.
Program pertama, adalah pengamanan pasar dalam negeri melalui peningkatan kepastian dan kemudahan berusaha, pemberdayaan produk lokal, fasilitasi sertifikasi produk, kebijakan perdagangan nan mendorong hilirisasi, pengawasan peralatan impor ilegal, hingga perlindungan industri dalam negeri dari praktik perdagangan tidak adil.
Program kedua, difokuskan pada ekspansi pasar ekspor melalui penguatan diplomasi perdagangan, pembukaan pasar baru di negara-negara non tradisional, serta peningkatan promosi dan penyebaran info ekspor.
Sementara itu, program ketiga ialah UMKM Bisa Ekspor nan diarahkan untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam ekspor melalui peningkatan kapasitas, pendampingan wirausaha, training ekspor-impor, optimasi produk lokal, hingga penguatan peran agregator UMKM.
"Melalui penyelenggaraan ketiga program strategis tersebut, Kementerian Perdagangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing nasional, memperluas kontribusi ekspor serta memastikan faedah perdagangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nan inklusif dan berkelanjutan," pungkas dia.
(wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·