Mencintai Rasul, Semudah Itu?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi merepresentasikan perjalanan jiwa tokoh dalam cerpen Jejak Cahaya di Pasir nan Diam. Gambar dibuat pribadi menggunakan aplikasi canva.

"Tanganku penuh doa, tetapi kosong empati. Lidahku fasih menyebut namanya, tetapi kakiku enggan melangkah memihak nan lemah."

"Tanganku penuh doa, tetapi kosong empati. Lidahku fasih menyebut namanya, tetapi kakiku enggan melangkah memihak nan lemah."

"Rindu bukan air mata. Rindu adalah keberanian untuk jujur pada dirimu sendiri."

"Orang-orang berteriak menjual ketaatan dalam kantong plastik. Ada nan menimbang pahala dengan timbangan curang."

"Masjid-masjid berdiri megah, tapi pintunya sempit bagi orang miskin dan janda."

"Jika saya menoleh dan kau memandang wajahku, kau bakal sibuk memujaku dan lupa menolong di sekitarmu."

"Jika kau mau mencintaiku, cintailah manusia."

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan