Memburu Pengeroyok Bambang di Jalan Pejompongan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani meminta abdi negara penegak norma mengusut tuntas kerusuhan di area Pejompongan, Jakarta Pusat. Ia menekankan proses norma mesti bertumpu pada bukti nan kuat. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa (1/9/2026) lalu.

“Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak norma dengan tuntas dan kita lihat apa nan terjadi dan dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” kata Puan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Puan menjelaskan, sejak awal DPR mendorong agar penyampaian aspirasi berjalan tertib dan tidak memicu gangguan keamanan maupun perusakan fasilitas.

“Ya dari awal kami kan sudah meminta bahwa aspirasi itu agar dilaksanakan dengan tertib dan jangan sampai kemudian terjadi keributan apalagi pengerusakan,” ujarnya.

Menanggapi info adanya keterlibatan personil ormas tertentu dalam kericuhan, Puan meminta abdi negara tidak mengabaikan setiap temuan. Namun dia menegaskan, setiap dugaan kudu dibuktikan melalui proses hukum.

“Jadi kami meminta pada abdi negara mengenai bisa menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya, dan menuntaskan masalah ini dengan bukti-bukti nan kuat,” kata Puan.

Ia menambahkan, andaikan keterlibatan pihak tertentu nantinya terbukti, penanganan norma wajib dijalankan hingga tuntas.

“Bila memang terbukti ya kudu diselesaikan dengan tuntas,” tegasnya.

Hasil Temuan Polisi Terbaru

Polisi terus menyelidiki pelaku pengeroyokan nan menyebabkan salah satu penduduk Pejompongan, atas nama Bambang, tewas pada 27 Agustus 2026 malam usai tindakan demonstrasi. Kini, polisi juga merilis sketsa wajah para pelaku.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengatakan, sketsa wajah tersebut merujuk pada kajian kamera perekam alias CCTV di sekitar letak kejadian.

"Berdasarkan keterangan saksi didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya interogator melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital didapatkan sketsa wajah nan mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan alias penganiayaan nan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut," kata Iman dalam konvensi pers, Rabu (2/9/2026).

Adapun terduga pelaku nan disketsakan terdapat dua orang. Pertama, seorang laki-laki nan diperkirakan berumur 30 hingga 40 tahun. Pria tersebut mempunyai corak wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, serta kulit berwarna cokelat.

Kedua, seorang laki-laki diperkirakan berumur 30 hingga 40 tahun. Terduga pelaku mempunyai corak wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, terdapat kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat.

"Sementara itu dua nan kami dapat lakukan sketsa wajah dari keterangan saksi maupun analisa digital di letak kejadian perkara," jelasnya.

Selain itu, Iman menyebut bahwa interogator telah meminta keterangan dari 14 saksi dalam kejadian tersebut. Mereka memberikan sejumlah keterangan mengenai kebenaran norma mengenai dugaan penganiayaan tersebut.

Kemudian, interogator juga melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sejumlah rekaman video, baik dari beberapa titik CCTV maupun konten nan beredar di media sosial.

"Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap materi nan diduga berangkaian dengan peristiwa norma dan mempunyai hubungan dengan keterangan para saksi dalam perkara dugaan tindak pidana tersebut," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita