Pengenalan teknologi perawatan kulit XERF by Cynosure Lutronic.(XERF)
Perkembangan media sosial dan era digital dinilai semakin mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya merawat kulit dan menjaga penampilan. Namun, di tengah meningkatnya tren perawatan estetika, masyarakat sekarang disebut tidak lagi mengejar perubahan wajah nan berlebihan, melainkan lebih mengutamakan hasil nan natural, sehat, dan tetap sesuai karakter diri.
Pemilik Ace Dermatology, Grace, mengatakan tren perawatan estetika saat ini telah bergeser ke arah treatment nan minim rasa sakit, tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, dan berfokus mempertahankan kondisi kulit agar tetap sehat lebih lama.
“Sekarang pasien lebih smart. Mereka mengerti bahwa treatment bukan untuk mengubah wajah secara drastis, tetapi mempertahankan apa nan sudah dimiliki agar tetap baik lebih lama,” ujar Grace saat pengenalan teknologi perawatan kulit XERF by Cynosure Lutronic di Jakarta, Jumat (15/5).
Menurutnya, masyarakat sekarang lebih memilih tampilan nan segar dan kulit nan lebih kencang tanpa kehilangan karakter alami wajah mereka. Perubahan tren tersebut mendorong meningkatnya minat terhadap treatment pengencangan kulit non-invasive nan nyaman dan minim downtime.
Salah satu teknologi nan mulai banyak diminati adalah XERF by Cynosure Lutronic, treatment asal Korea Selatan nan menggunakan dual frequency 6.78 MHz dan 2 MHz untuk membantu stimulasi kolagen serta structural lifting tanpa mengubah corak alami wajah. Teknologi tersebut dilengkapi Wave Fit Pulse Technology nan membantu menjaga penghantaran daya tetap stabil sehingga treatment terasa lebih nyaman di kulit.
Menurut Grace, pendekatan seperti ini semakin relevan lantaran masyarakat sekarang lebih menyukai hasil nan sehat dan natural dibanding perubahan instan nan terlihat berlebihan. Ia juga menilai usia 30 hingga 40 tahun menjadi fase ideal untuk mulai menjalani treatment preventif guna mempertahankan kondisi kulit selama mungkin.
“Preventive treatment penting lantaran kita mau mempertahankan kondisi kulit selama mungkin. Jadi bukan menunggu sampai aging-nya berat dulu baru melakukan treatment,” katanya.
Dalam aktivitas tersebut, influencer Angelica dan Sylvie Cendana turut membagikan pengalaman mereka setelah mencoba treatment tersebut. Sylvie Cendana mengaku tertarik lantaran prosedurnya minim rasa sakit dan tidak memerlukan waktu pemulihan lama.
“Biasanya lenyap treatment tertentu kulit jadi merah alias perlu recovery, tapi kali ini tidak. Kulit terasa lebih firm dan segar, tapi hasilnya tetap natural,” ujarnya.
Sementara itu, Angelica menilai perawatan estetika sekarang bukan lagi sekadar soal penampilan, tetapi juga berangkaian dengan rasa percaya diri di tengah mobilitas masyarakat modern nan semakin tinggi.
“Buat saya nan paling terasa itu confidence. Kadang kita sibuk dan kurang maksimal merawat diri, jadi treatment seperti ini membantu menjaga kondisi kulit tetap baik,” katanya.
Perwakilan idsMED Aesthetics Indonesia selaku pemasok resmi teknologi XERF menyebut tren dunia saat ini memang bergerak ke arah regenerative treatment dan preventive aesthetic. Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, mengatakan permintaan terhadap treatment skin tightening non-invasive terus meningkat lantaran pasien sekarang lebih mengutamakan hasil natural, minim downtime, dan kenyamanan treatment.
Popularitas teknologi tersebut juga meningkat setelah aktris Korea Selatan Park Shin Hye dipercaya menjadi Global Brand Ambassador XERF. Selain itu, teknologi tersebut telah memperoleh persetujuan Food and Drug Administration (FDA) dan dirancang untuk mendukung kesehatan kulit jangka panjang.
“Kolaborasi berbareng Ace Dermatology untuk menghadirkan XERF menjadi bagian dari perkembangan industri estetika nan semakin advanced dan patient-oriented,” ujar Andy.
Sementara itu, Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, mengatakan pihaknya telah mempelajari beragam testimoni dan penelitian master secara dunia sebelum menghadirkan teknologi tersebut di Indonesia.
“Kami mau menghadirkan teknologi nan tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman bagi pasien dengan minimal downtime,” tuturnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·