Maroko-Israel Tingkatkan Hubungan Diplomatik di Tengah Kekhawatiran Palestina

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita . Foto: ABDEL MAJID BZIOUAT/AFP

Maroko dan Israel sepakat meningkatkan hubungan diplomatik. Kesepakatan itu ditandai dengan rencana pembukaan kedutaan besar dan penunjukan duta besar.

Hal tersebut disampaikan Pemerintah Israel melalui X pada Rabu (17/9).

Maroko merupakan satu dari empat negara Arab—bersama Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan—yang menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel sejak 2020 melalui Abraham Accords nan diprakarsai Amerika Serikat (AS).

Keputusan Maroko dan negara Arab lainnya menuai kontroversi. Sebab, sampai saat ini Palestina tetap berada di bawah pendudukan Israel.

Pemerintah Palestina pun kerap menyampaikan keprihatinan mengenai keputusan sejumlah negara Arab tersebut, nan dipandang berlawanan dengan seruan agar Israel menarik diri dari wilayah pendudukan serta menerima pembentukan negara Palestina.

Raja Maroko Mohammed VI. Foto: AFP/FADEL SENNA

Adapun peningkatan hubungan diplomatik tersebut terwujud usai pertemuan antara Menlu Israel Gideon Saar, Menlu Maroko Nasser Bourita, dan Dubes AS untuk PBB Mike Waltz. Pertemuan itu digelar di New York.

"Para pejabat menegaskan kembali komitmen terhadap serangkaian langkah nan bermaksud memajukan hubungan antara Israel dan Maroko, termasuk meningkatkan status misi diplomatik masing-masing menjadi kedutaan besar serta menunjuk duta besar," menurut pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Mereka juga sepakat memperluas penerbangan antara Israel dan Maroko serta berupaya merampungkan perjanjian nan bermaksud memfasilitasi investasi timbal kembali serta hubungan ekonomi dan perdagangan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan