Manifesto Tersangka Penembakan Masjid San Diego Berulang Kali Sebut Trump

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Manifesto Tersangka Penembakan Masjid San Diego Berulang Kali Sebut Trump Lokasi kejadian.(Al Jazeera)

DUA remaja nan dituduh melakukan penembakan fatal nan menewaskan tiga orang di suatu masjid di San Diego dilaporkan meninggalkan tulisan nan menyebut nama Presiden Donald Trump. Dokumen tersebut sekarang tengah diselidiki oleh otoritas keamanan Amerika Serikat.

Pelaku nan diidentifikasi sebagai Cain Clark, 17, dan Caleb Vazquez, 18, melakukan tindakan penembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin (18/5/2026). Keduanya tewas lantaran bunuh diri tak lama setelah melepaskan tembakan, menurut keterangan pihak berwenang.

Manifesto Kebencian 75 Halaman

Agen utama FBI di San Diego, Mark Remily, menyatakan dalam konvensi pers bahwa penyelidik  mengidentifikasi tulisan-tulisan nan menguraikan ideologi kepercayaan dan rasial nan ekstrem. FBI sedang memvalidasi arsip setebal 75 laman nan diunggah secara daring dan diduga merinci motivasi para tersangka.

Tulisan tersebut berisi retorika kebencian terhadap umat Muslim, Yahudi, organisasi LGBTQ+, penduduk kulit hitam, perempuan, serta spektrum politik kiri maupun kanan. Para pelaku menyebut diri mereka sebagai Sons of Tarrant merujuk pada Brenton Tarrant, pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, tahun 2019.

Isi Manifesto Terkait Donald Trump:

Dalam arsip tersebut, Vazquez menyatakan dirinya bukan pendukung sayap kiri maupun kanan, termasuk aktivitas MAGA alias Trump. Ia apalagi menuliskan kalimat provokatif nan menyarankan serangan terhadap Trump alias JD Vance. Sementara itu, Clark menyebut presiden sebagai antek Yahudi dalam bagian tulisannya.

Profil Pelaku dan Proses Radikalisasi

Penyelidik meyakini bahwa Clark dan Vazquez berjumpa secara daring sebelum menyadari bahwa mereka berdua tinggal di San Diego. Clark diketahui mengikuti sekolah daring sejak 2021 dan merupakan personil tim gulat di Madison High School pada tahun aliran 2024-2025.

Vazquez juga menyatakan kebenciannya terhadap wanita dan mengaku sebagai bagian dari organisasi incel (involuntary celibate). Selain memuji Tarrant, dia juga memuji Adolf Hitler sebagai inspirasi ideologisnya.

Pahlawan nan Mencegah Tragedi Lebih Besar

Tiga korban tewas dalam serangan ini--Amin Abdullah, Mansour Kaziha, dan Nadir Awad--dipuji sebagai pahlawan. Aksi heroik mereka sukses memperlambat penyerang dan mencegah mereka menjangkau 140 anak sekolah nan berada di dalam kompleks masjid.

  • Amin Abdullah: Melakukan baku tembak dengan tersangka dan memberikan peringatan lockdown melalui radio. Meski terluka, dia terus melawan hingga memaksa pelaku keluar gedung sebelum akhirnya dia gugur.
  • Mansour Kaziha: Dikenal sebagai pilar organisasi nan melayani beragam kebutuhan masjid, mulai dari pengurus hingga ahli masak.
  • Nadir Awad: Tetangga masjid nan bergegas membantu saat mendengar tembakan untuk melindungi istrinya nan merupakan pembimbing di sekolah tersebut.

Imam Taha Hassane menyebut ketiga laki-laki tersebut sebagai martir. "Jika Amin tidak melakukan apa nan dia lakukan, para tersangka bakal dengan mudah mengakses setiap ruang kelas," ujarnya.

Dukungan Komunitas Global

Hingga saat ini, penggalangan biaya nan diluncurkan oleh pihak masjid untuk membantu family korban mencapai lebih dari US$2,7 juta (sekitar Rp43 miliar), mendekati sasaran US$3 juta. Dana tersebut bakal digunakan untuk biaya pemakaman, pendidikan anak-anak korban, serta konseling trauma bagi family nan ditinggalkan. (Newsweek/I-2

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia