Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa 8 Persen

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa 8 Persen Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan(Antara)

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis pertumbuhan ekonomi 8%-9% dapat dicapai dengan deregulasi hingga digitalisasi. Hal itu disampaikan dalam agenda ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Senin (25/5). 

"Penerimaan pajak kudu kita lebih tingkatkan, tidak mengejar dalam kebun binatang. Jadi dengan digitalisasi. Government technology bakal menjadi tools nan sangat baik untuk melakukan ini," ujar Luhut.

Selain itu, kunci pertumbuhan lain adalah melakukan deregulasi peraturan-peraturan. Luhut mencontohkan izin kajian mengenai akibat lingkungan (Amdal) bisa sampai 2 tahun. Padahal di negara lain, katanya, bisa jauh lebih cepat.

"Dengan mengurangi in-person contact itu bakal membikin kita lebih efisien. Sekarang tanggal 1 Juni itu sudah semua terkoneksi dan info mulai terintegrasi. Saya kira butuh beberapa bulan, AI-nya sudah jalan, pengharmonisan info sudah mulai jalan, Presiden bakal roll out itu pada bulan Oktober tahun ini," papar Luhut.

Dengan begitu, katanya, data-data nan ada bakal jauh lebih akurat. Alhasil Presiden bakal bisa membikin keputusan nan lebih jeli dan cepat.

"Misalnya MBG dengan info nan ada bakal bisa dilihat wilayah mana nan membutuhkan, wilayah mana nan tetap bisa di prioritas kedua, begitu pun nan lain. Presiden jangan kelak kita berikan info nan tidak benar. Jadi kemauan presiden itu dapat tercapai," ungkap Luhut.

Ia percaya pada kontribusi program-program prioritas Presiden Prabowo terhadap perekonomian nasional.

"Belum pernah dalam sejarah Indonesia kita bisa tiap hari ada biaya sampai ke bawah Rp1 triliun rupiah. Itu mempengaruhi ekonomi dan 5,61% growth kemarin itu tidak lepas dari itu," kata Luhut.

"Tapi kita memandang jika ditata lebih baik itu nomor itu bakal bisa lebih besar. Jadi over time untuk pertumbuhan 8%-9% dengan deregulasi, dengan efisiensi, kurang korupsi itu bakal sangat tercapai," pungkasnya.

Pada kesempatan nan sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan kredibilitas dalam pengelolaan APBN terus dijaga. Menurutnya, pemerintah mengelola APBN dengan sangat adaptif dan menyesuaikan dengan kebutuhan dari situasi ekonomi.

"Tahun lampau kita meluncurkan empat kali stimulus lantaran kita lihat masyarakat membutuhkan. Terus apakah kemudian kita keluar dari disiplin? Enggak. Kita tetap di dalam disiplin fiskal ialah defisitnya tetap di bawah 3% dan debt to GDP ratio-nya kita jaga," kata Suahasil

Menurutnya, Indonesia sukses menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan defisit. Suahasil mengatakan banyak negara nan defisitnya lebih tinggi tetapi pertumbuhan ekonominya lebih rendah.

"Indonesia adalah negara nan defisitnya di bawah 3%. Tahun laly 2,9%, tahun ini kita rencanakan 2,68%, tapi bisa tumbuh 5,11% tahun lampau dan 5,61% awal tahun ini," katanya.

"Jadi Indonesia itu good bargain sebenarnya dengan pengelolaan APBN nan fleksibel. Seluruh rencana besar Indonesia, makan bergizi gratis, koperasi desa, sekolah rakyat, perbaikan kesehatan, kita anggarkan di dalam APBN lantaran itu nan kelak bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lalu kita punya mitra Danantara nan menjadi tempat sumber investasi," papar Suahasil.

"Ini new microeconomic policy management Indonesia nan bakal membikin Indonesia tumbuh ke depan dengan deregulasi. Dengan reform, kita percaya bakal tumbuh lebih tinggi menuju 8% sesuai dengan sasaran Bapak Presiden Prabowo di masa pemerintahan beliau," pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia