Jakarta -
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ruby Chairani Syiffadia menyalurkan support untuk masyarakat Lampung nan terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bantuan juga diberikan ke masyarakat nan mengalami keterbatasan air bersih di tengah musim kemarau.
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah Lampung. Sejak Sabtu (5/9), paparan abu dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
Merespons kondisi ini, Ruby mengarahkan tim wilayah pemilihannya untuk menyalurkan support air bersih ke masyarakat di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Sementara itu, masker dibagikan kepada penduduk di Bandar Lampung, Tanjung Bintang, dan Natar guna membantu mengurangi paparan abu vulkanik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam situasi seperti ini, nan paling krusial adalah memastikan masyarakat mendapatkan support nan betul-betul mereka butuhkan. Di satu sisi ada penduduk nan kudu menghadapi paparan abu vulkanik, sementara di sisi lain kebutuhan air bersih meningkat lantaran kondisi kemarau. Karena itu, kami bergerak dengan membagikan masker sekaligus menyalurkan air bersih," kata Ruby dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Sesuai pengarahan Presiden Prabowo, Ruby mengungkapkan paparan abu vulkanik perlu mendapat perhatian serius lantaran bergesekan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
"Abu vulkanik bukan hanya membikin lingkungan menjadi kotor, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Ada penduduk nan mengeluhkan mata perih, tenggorokan tidak nyaman, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan masker menjadi salah satu corak perlindungan sederhana nan perlu terus kita dorong," ungkapnya.
Legislator Partai Gerindra ini juga meminta masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti info resmi pemerintah dan lembaga mengenai terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Kita tidak mau masyarakat panik, tetapi kewaspadaan tetap kudu dijaga. Ikuti pengarahan pemerintah, gunakan masker ketika beraktivitas di wilayah nan tetap terdampak abu, dan kurangi aktivitas di luar rumah andaikan kondisi udara tidak baik," jelasnya.
Pantau Persoalan Air Bersih
Selain akibat erupsi, Ruby menilai persoalan air bersih juga perlu terus dipantau, khususnya di wilayah nan mengalami tekanan akibat musim kemarau.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Ketika pasokan air mulai terganggu, dampaknya langsung dirasakan keluarga. Karena itu saya meminta tim di lapangan terus berkomunikasi dengan masyarakat untuk memandang wilayah mana nan memerlukan support berikutnya," katanya.
Ia menegaskan penanganan kondisi darurat memerlukan koordinasi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, maupun unsur masyarakat.
"Kondisi seperti ini mengingatkan kita bahwa mitigasi musibah tidak hanya bicara ketika musibah terjadi. Kesiapsiagaan, pengedaran bantuan, info nan akurat, sampai perlindungan kesehatan masyarakat semuanya kudu melangkah bersamaan," ungkapnya.
Ruby berambisi aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda dan kondisi masyarakat di Lampung dapat kembali normal.
"Yang terpenting sekarang adalah kita saling menjaga. Pemerintah terus bekerja, masyarakat tetap waspada, dan semua pihak nan mempunyai keahlian kudu ikut membantu. Insyaallah, dengan gotong royong, masyarakat Lampung bisa melewati situasi ini dengan baik," pungkas Ruby.
(anl/ega)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·