Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi sebagian penduduk lanjut usia di Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, mengakses jasa finansial bukan perihal nan mudah. Di tengah kondisi tersebut, Ibrahim alias Baim datang sebagai sosok nan membantu warga, terutama para lansia, agar tetap dapat mengakses jasa finansial dengan lebih mudah.
Peran itu tumbuh seiring perjalanan upaya nan dirintis Baim sejak 2021. Berawal dari toko pulsa dan perangkat tulis instansi (ATK) sederhana, Shifa Celluler sekarang berkembang menjadi jaringan sembilan outlet BRILink Agen di Binjai hingga bisa melayani 4.500 transaksi per bulan.
Tingginya aktivitas tersebut tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat sekitar terhadap jasa finansial nan dekat dan mudah dijangkau. Salah satunya dirasakan para pedagang lokal, termasuk penjual bakso bakar nan memanfaatkan BRILink Agen untuk menyetorkan hasil dagangannya. Mereka dapat menabung dalam nominal mini tanpa perlu mengeluarkan ongkos transportasi ke kota, bayar biaya parkir, maupun mengantre di teller bank.
"Sebelum ada BRILink Agen di area Jati Karya, penduduk kudu menempuh sekitar 4 sampai 5 kilometer untuk menuju instansi bank terdekat. Jarak dan ongkos perjalanan tentu menjadi pertimbangan mereka," ujar Baim dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Kedekatan dengan penduduk membikin Baim memahami betul kebutuhan para warga, termasuk para lansia di lingkungannya. Pasalnya, tak sedikit di antara mereka nan tetap memerlukan pendampingan transaksi dengan bahasa nan lebih sederhana.
"Jadi, banyak penduduk lanjut usia nan diberikan kiriman duit dari anak-anak mereka di perantauan dalam nominal sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000. Jika kudu pergi ke instansi bank di pusat kota, ongkos transportasi nan dikeluarkan dapat mengurangi cukup banyak duit nan hendak mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Baim.
Dalam beberapa kesempatan, Baim juga menemukan penduduk lansia nan tetap menyimpan PIN berbareng kartu ATM lantaran belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga kerahasiaan info perbankan. Melihat potensi akibat tersebut, Baim berbareng timnya secara telaten memberikan pendampingan agar para lansia memahami pentingnya merahasiakan PIN dan tidak mencatatkannya di tempat nan mudah terlihat.
"Paling mengharukan adalah saat nenek-nenek datang membawa kartu ATM untuk menarik duit Rp50.000 kiriman anaknya. Karena mereka tidak mengerti langkah pakai ATM, apalagi PIN-nya ditulis di amplop. Kami tidak hanya bantu mencairkan uangnya, tapi juga mengedukasi mereka agar PIN jangan pernah ditulis di sampulsurat lantaran berisiko disalahgunakan. Kami pastikan jasa di sini kondusif dan memprioritaskan rasa kekeluargaan," tambah Baim.
Semangat kekeluargaan itu nyatanya tidak berakhir pada pendampingan saat bertransaksi. Baim juga menerjemahkannya melalui inisiatif sederhana nan memberi faedah langsung bagi penduduk sekitar. Salah satunya melalui program "Jumat Berkah", ialah pembebasan biaya manajemen untuk penarikan tunai hingga Rp300.000 nan dijalankan Baim sebagai corak kepedulian kepada masyarakat.
"Di lingkungan kami, masyarakat bertransaksi ya tetangga sendiri. Mereka memilih bertransaksi di BRILink Agen lantaran lebih irit waktu dan dekat rumah. Tidak perlu mengeluarkan biaya becak alias angkot hanya untuk menyetor duit simpanan alias menarik duit kiriman," ujarnya.
Dari toko mini nan dulu hanya menjual pulsa dan perangkat tulis, Shifa Celluler sekarang tumbuh menjadi bagian dari keseharian penduduk Jati Karya dalam mengakses jasa keuangan. Perjalanan Baim Ibrahim membuktikan besarnya potensi ekonomi inklusif nan digerakkan oleh BRI.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari support berkepanjangan nan diberikan oleh Petugas BRILink Agen nan secara responsif memberikan pemantauan jaringan, info mengenai jasa dan sistem, hingga jasa pengantaran duit tunai (cash delivery) jika stok duit tunai di pemasok mulai menipis.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, momentum Bulan Inklusi Keuangan menjadi pengingat pentingnya memperluas akses sekaligus pemahaman masyarakat terhadap jasa finansial umum di seluruh Indonesia.
"Melalui jaringan BRILink Agen, BRI berupaya menghadirkan jasa nan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat literasi dan inklusi finansial hingga ke tingkat komunitas," ujar Dhanny.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·