Ilustrasi.(Magnific)
SEBUAH penelitian terbaru menemukan bahwa aktivitas memasak secara rutin dapat memberikan faedah bagi kesehatan otak pada usia lanjut. Lansia nan memasak makanan sendiri setidaknya sekali dalam seminggu diketahui mempunyai akibat mengalami demensia nan lebih rendah dibandingkan mereka nan jarang alias tidak pernah memasak.
Temuan tersebut berasal dari penelitian nan dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health. Peneliti menganalisis info 10.978 penduduk Jepang berumur 65 tahun ke atas nan menjadi bagian dari Japan Gerontological Evaluation Study (JAGES). Para peserta kemudian dipantau selama enam tahun untuk memandang hubungan antara kebiasaan memasak dan perkembangan demensia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia nan memasak sedikitnya satu kali setiap minggu mempunyai akibat demensia sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan golongan nan tidak memasak. Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan beragam aspek lain, seperti usia, tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial ekonomi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa manfaat memasak tampak lebih besar pada perseorangan nan mempunyai keahlian memasak nan rendah. Ketika golongan tersebut mulai memasak secara rutin, penurunan akibat demensia nan diamati apalagi lebih signifikan dibandingkan peserta nan sejak awal telah terbiasa memasak.
Menurut para peneliti, memasak merupakan aktivitas nan melibatkan banyak kegunaan otak sekaligus. Seseorang perlu merencanakan menu, mengingat bahan nan diperlukan, mengikuti tahapan memasak, serta melakukan beragam aktivitas bentuk secara terkoordinasi. Kombinasi antara stimulasi mental dan aktivitas bentuk inilah nan diduga berkontribusi terhadap pemeliharaan kegunaan kognitif pada lansia.
Selain itu, memasak juga dapat meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri. Aktivitas ini sering kali mendorong lansia untuk tetap aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk saat berbelanja bahan makanan alias menyiapkan hidangan untuk keluarga.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini berkarakter observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa memasak secara langsung mencegah demensia. Namun, hasil penelitian memberikan indikasi bahwa aktivitas sehari-hari nan melibatkan keahlian berpikir dan mobilitas bentuk dapat menjadi bagian dari style hidup sehat untuk menjaga kesehatan otak pada usia lanjut. (Journal of Epidemiology & Community Health/ Japan Gerontological Evaluation Study (JAGES)/ BMJ Group/ Medical Dialogues/ Drugs.com/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·