Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan visitor mancanegara alias wisman mencapai 8,98 juta kunjungan secara kumulatif selama Januari hingga Juli 2026, meningkat 5,23 persen dibandingkan periode nan sama pada 2025.
“Capaian kunjungan wisman Januari sampai dengan Juli tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 nan lalu,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konvensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (3/8).
Sementara itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan. Berdasarkan pintu masuk, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,36 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan 162,23 ribu kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda pikulan udara pada Juli 2026 mencapai 1,13 juta kunjungan, naik 2,72 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Jika dilihat berasas pintu masuk utama, maka kunjungan wisman paling banyak masuk melalui Bandara Ngurah Rai,” ungkap Ateng.
Ateng mengungkapkan berasas paspor nan digunakan, kunjungan wisman sepanjang Juli 2026 didominasi oleh visitor pemegang paspor Malaysia sebanyak 228,71 ribu kunjungan dengan pangsa 15 persen, disusul oleh Australia 12,34 persen, dan China 10,28 persen.
“Secara month to month, terjadi peningkatan kunjungan Wisman pada pemegang paspor Australia dan juga Tiongkok,” jelas Ateng.
Untuk visitor nusantara (wisnus), Ateng melaporkan jumlah perjalanan pada Juli 2026 mencapai 107,44 juta perjalanan, meningkat 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan Juli 2025 lalu, maka perjalanan wisnus juga mengalami peningkatan sebesar 7,23 persen,” terang Ateng.
Jumlah perjalanan wisnus pada Januari-Juli 2026 tercatat sebanyak 737,85 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 3,34 persen dibandingkan periode nan sama pada 2025 nan mencapai 713,98 juta perjalanan.
“Capaian tujuan wisnus Januari sampai Juli tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2019 alias sebelum terjadinya kondisi pandemi (covid),” tutur Ateng.
Sementara itu, jumlah perjalanan penduduk negara Indonesia ke luar negeri alias visitor nasional (wisnas) pada Juli 2026 tercatat sebanyak 802,67 ribu perjalanan. Angka tersebut mengalami kenaikan 4,68 persen secara bulanan tetapi turun 7,73 persen dibandingkan Juli 2025.
“Meningkatnya visitor nasional secara bulanan ini terutama disebabkan mengenai dengan libur sekolah semester genap. Ada perjalanan umrah (juga),” sebutnya.
Kemudian secara secara kumulatif, jumlah perjalanan penduduk Indonesia ke luar negeri sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 5,26 juta perjalanan, turun 3,25 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·