Kunjungan Wisman Capai 7,45 Juta dalam 6 Bulan, Tertinggi Sejak 2020

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam konvensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (3/8). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan secara jumlah kunjungan visitor mancanegara alias wisman mencapai 7.453.589 kunjungan secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, meningkat 5,71 persen dibandingkan periode nan sama pada 2025.

“Capaian kunjungan wisman selama Januari sampai dengan Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 nan lalu,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (3/8).

Berdasarkan paspor nan digunakan, kunjungan wisman sepanjang Juni 2026 didominasi oleh visitor pemegang paspor Malaysia dengan pangsa 18,66 persen.

“Kunjungan wisman paling banyak dilakukan visitor nan memegang paspor Malaysia ialah 18,66 persen, Singapura 12,25 persen dan Australia 12,08 persen,” jelas Ateng.

Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama tercatat sebanyak 1.210.879 kunjungan, sedangkan melalui pintu masuk perbatasan mencapai 175.696 kunjungan.

Dengan demikian, Ateng mengatakan total kunjungan wisman pada bulan tersebut mencapai 1,39 juta kunjungan, meningkat 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya alias month to month (mtm), tetapi turun 2,15 persen dibandingkan Juni 2025 secara year on year (yoy).

Sejumlah visitor mancanegara mengawasi bade alias menara bertingkat tujuh dan tempat pembakaran jenazah pada upacara ngaben massal di Desa Adat Karangsari, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Kamis (18/7/2024). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Secara bulanan, peningkatan kunjungan wisman terjadi pada visitor pemegang paspor Singapura dan Australia, sedangkan kunjungan visitor pemegang paspor Malaysia mengalami penurunan.

“Yang berikutnya, secara tahunan atau year on year terjadi peningkatan kunjungan wisman pemegang paspor Malaysia dan Australia,” lanjut Ateng.

BPS mencatat rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwulan II 2026 mencapai USD 1.285. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi lebih tinggi dibandingkan Juni 2025.

Untuk visitor nusantara (wisnus), Ateng melaporkan jumlah perjalanan pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan, meningkat 0,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 1,98 persen dibandingkan Juni 2025.

“Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026 jumlah perjalanan upaya mencapai 630,41 juta perjalanan alias meningkat 2,71 persen dibandingkan dengan perjalanan nan sama di tahun nan lalu,” jelas Ateng.

Turis asing menyusuri area rimba mangrove. Foto: Dok. Ekowisata Mangrove Batu Lumbang

Sementara itu, jumlah perjalanan penduduk negara Indonesia ke luar negeri pada Juni 2026 tercatat sebanyak 766,78 ribu perjalanan. Angka tersebut meningkat 39,32 persen secara bulanan dan naik 5,39 persen dibandingkan Juni 2025.

“Secara umum meningkatnya visitor nasional secara bulanan, salah satunya disebabkan oleh kepulangan Jemaah Haji pada bulan Juni tahun 2026,” sebutnya.

Kemudian secara secara kumulatif, jumlah perjalanan penduduk Indonesia ke luar negeri sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 4,46 juta perjalanan, turun 2,40 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan