
Ilustrasi kulit alpukat untuk menyuburkan tanaman. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Bagi nan suka berkebun, ada banyak bahan alami di sekitar rumah nan rupanya bisa dimanfaatkan untuk merawat tanaman. Salah satunya adalah kulit buah nan sering kali langsung dibuang setelah dikonsumsi, seperti kulit alpukat.
Dilansir dari Southern Living, kulit alpukat kaya bakal mineral, seperti kalium, kalsium, unsur besi, magnesium, dan zinc. Di antara semua nutrisi, umumnya kalium lebih dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman nan kokoh sekaligus meningkatkan ketahanannya terhadap penyakit.
Meski begitu, kebutuhan nutrisi setiap tanaman bisa berbeda, tergantung pada jenis tanaman dan kondisi tanah. Tanah berpasir alias sangat masam condong kekurangan kalsium dan magnesium, sedangkan tanah basa dapat mempunyai kesiapan unsur besi nan lebih rendah.
Kekurangan unsur besi apalagi bisa menyebabkan klorosis, ialah kondisi ketika daun menguning. Karena itu, krusial untuk mengetahui kondisi tanah sebelum menambahkan kompos alias pupuk agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi dengan baik.
Mengolah Kulit Alpukat untuk Kompos
Lantas, gimana langkah mengolah kulit alpukat agar bisa dimanfaatkan sebagai kompos? Berikut beberapa langkah nan bisa dicoba.
1. Jangan Langsung Buang ke Tanah
Walaupun berfaedah bagi tanaman, kulit alpukat sebaiknya tidak langsung dibuang ke tanah. Kulit perlu terurai terlebih dulu agar nutrisinya bisa diserap oleh akar tanaman.
Selain itu, membuang kulit alpukat langsung ke tanah juga berpotensi menarik hama. Maka dari itu, sebaiknya masukkan kulit alpukat ke tempat pengomposan terlebih dahulu.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·