KSPI Tolak Impor Mobil India, Dinilai Ancam Buruh Lokal

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |16:06 WIB

KSPI Tolak Impor Mobil India, Dinilai Ancam Buruh Lokal

Said Iqbal soal Tolak Impor Mobil India (Foto: Okezone)

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras pengadaan 105.000 unit mobil pick up nan diimpor dari India untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. 

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menakut-nakuti kelangsungan kerja puluhan ribu pekerja di industri otomotif nasional.

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan masuknya 105.000 unit kendaraan impor bakal berakibat langsung terhadap penurunan output produksi pabrik otomotif dalam negeri. Kondisi itu, menurutnya, berpotensi memicu pengurangan perjanjian kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Anggota kami di produsen-produsen mobil sudah datang dan menyampaikan langsung. Ada potensi PHK lantaran output produksi bisa turun akibat impor 105.000 pick up dari India,” ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya pada Selasa (24/2/2026).

Ia mempertanyakan kerasionalan kebijakan tersebut, terlebih di tengah tekanan ketenagakerjaan nan tetap berlangsung. Menurutnya, gelombang PHK tetap terjadi di beragam sektor industri.

Said Iqbal mencontohkan ancaman PHK terhadap 2.500 pekerja di PT Pakerin serta proses PHK di industri makanan. 

Dia juga mengutip info Kementerian Ketenagakerjaan nan mencatat sekitar 88.000 pekerja telah terkena PHK.

Sementara itu, hasil pendataan Litbang Partai Buruh dan KSPI memperkirakan nomor tersebut telah mendekati 100.000 orang hingga Februari.

“Di tengah PHK ratusan ribu buruh, tiba-tiba muncul kebijakan nan justru berpotensi menambah PHK di industri otomotif. Ini kebijakan apa? Di mana rasionalitasnya?” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com