Kronologi Peristiwa Berdarah G30S PKI, Sejarah Kelam Bangsa Indonesia!

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Kronologi Peristiwa Berdarah G30S PKI, Sejarah Kelam Bangsa Indonesia!

Ketua CC PKI DN Aidit Berpidato (Perpusnas RI)

JAKARTA - Peristiwa aktivitas 30 September 1965 atau G30S merupakan salah satu momen kelam perjalanan bangsa Indonesia.  Gerakan nan didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) ini menyebabkan tujuh jenderal menjadi sasaran utama, namun satu sukses lolos.

Ketujuh jenderal tersebut adalah Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Letjen (Anumerta) M.T. Haryono, serta Mayjen (Anumerta) D.I. Panjaitan nan langsung dibunuh di rumah masing-masing, sementara Letjen (Anumerta) Suprapto, Letjen (Anumerta) S.Parman dan Mayjen (Anumerta) Sutoyo ditangkap hidup-hidup kemudian disiksa dan dibunuh.

Okezone merangkum beragam sumber, dan menceritakan ulang kronologi dari tragedi di malam jahanam itu, Selasa (29/9/2026).

Tepat tanggal 1 Oktober awal hari, Pasukan Tjakrabirawa di bawah ketua letnan kolonel Untung memulai aksinya dengan melakukan penculikan terhadap 7 jenderal. Pasukan Tjakrabirawa bergerak dari lapangan udara menuju Jakarta Selatan.

Satu sasaran pasukan Untung, ialah Panglima TNI Jenderal A.H. Nasution, lolos dan bisa melarikan diri ketika segerombolan pasukan Tjakrabirawa mengepung rumahnya, dengan melompat pagar rumah Kedubes Irak nan berdampingan rumah.

Kemudian, jenazah para korban lampau dimasukkan ke dalam sumur tua di wilayah lubang buaya. Pukul 07.00 WIB, Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan sebuah pesan nan berasal dari Untung Syamsuri, Komandan Tjakrabiwa bahwa G30S telah sukses mengambil alih beberapa letak stratergis Jakarta beserta personil militer lainnya.

Mereka bersikeras bahwa aktivitas tersebut sebenarnya didukung oleh CIA nan bermaksud untuk melengserkan Soekarno dari posisinya.

Operasi penumpasan G30S PKI dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1965 sore hari. Gedung RRI pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi dapat direbut kembali tanpa pertumpahan darah oleh satuan RPKAD cikal bakal Kopassus di bawah ketua Kolonel Sarwo Edhi Wibowo, pasukan Para Kujang/328 Siliwangi, dan dibantu sejumlah pasukan kavaleri.

Setelah diketahui bahwa pedoman G30S PKI berada di sekitar Halim Perdana Kusuma, pasukan langsung menuju ke sana. Tanggal 2 Oktober, Halim Perdana Kusuma diserang oleh satuan RPKAD di bawah komando Kolonel Sarwo Edhi Wibowo atas perintah Mayjen Soeharto. Pada pukul 12.00 siang, seluruh tempat itu telah sukses dikuasai oleh TNI AD.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑