Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kronologi operasi tangkap tangan (OTT) nan menjerat Bupati Langkat Syah Afandin namalain Ondim hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi.
Rangkaian peristiwa itu bermulai usai Syah Afandin menghadiri aktivitas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, Syah Afandin menghubungi mantan tim suksesnya pada Pilkada 2024, Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), untuk mengatur pertemuan setelah aktivitas Apkasi.
"Pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, SAF menghubungi YQB untuk berjumpa setelah selesai aktivitas Apkasi," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026) malam.
Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, pengemudi Syah Afandin berinisial ZKF menghubungi Yaqub untuk membatalkan pertemuan. Pembatalan dilakukan lantaran Syah Afandin mengetahui tim KPK telah berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
"ZKF menghubungi YQB untuk meminta SAF kembali arah. Itu disebabkan SAF mengetahui ada tim KPK di Kabupaten Langkat. Rupanya kehadiran tim juga sudah dimonitor oleh SAF," ujarnya.
Keesokan harinya, Kamis (2/7), Yaqub kembali dihubungi mantan personil DPRD Sumatera Utara berinisial SYH. Menurut Taufik, SYH menyampaikan situasi sedang memanas dan meminta duit Rp 100 juta nan diminta Syah Afandin diserahkan melalui dirinya.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Yaqub kemudian berjumpa SYH di sebuah kafe di Kota Medan untuk menyerahkan duit tersebut.
Saat SYH dalam perjalanan menuju Kota Binjai, tim KPK menghentikan kendaraan nan ditumpanginya. Dari bawah jok mobil, interogator menemukan duit tunai Rp 100 juta.
"Tim KPK di lapangan sukses mengamankan duit Rp100 juta nan ditemukan di bawah jok bangku mobil nan ditumpangi SYH," kata Taufik.
Setelah itu, tim KPK bergerak mengamankan tujuh orang di wilayah Langkat, Binjai, dan Medan. Mereka adalah Syah Afandin, Yaqub Abdhal Al Mu'arif, SYH, pengemudi bupati berinisial ZKF, ajudan bupati berinisial AKB, pihak swasta berinisial SG, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Ilhamsyah Bangun.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·