Leza menyatakan kejadian diduga merupakan tindakan bunuh diri, merujuk laporan visual dari kabin masinis. Meski begitu, manajemen KAI menegaskan konsentrasi utama penanganan dilakukan untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban berbareng pihak berwenang, serta memastikan keselamatan perjalanan kereta berikutnya.
"Berdasarkan laporan visual dari kabin masinis, nan berkepentingan terindikasi melakukan tindakan bunuh diri saat Commuter Line melintas di Stasiun Jurangmangu,” ucap Leza.
Selama proses penanganan berlangsung, petugas KAI Commuter berbareng pihak berkuasa melakukan pemindahan korban dan sterilisasi jalur. Setelah proses tersebut selesai, perjalanan Commuter Line kembali dapat melintas di letak kejadian mulai pukul 16.03 WIB.
KAI Commuter menyampaikan kejadian tersebut sempat mengganggu operasional perjalanan lantaran posisi korban berada di jalur rel arah Rangkasbitung menuju Tanah Abang sehingga perjalanan kereta kudu dihentikan sementara selama proses pemindahan berlangsung.
Akibatnya, sebanyak lima perjalanan Commuter Line Rangkasbitung tujuan Stasiun Tanah Abang mengalami keterlambatan antara 19-28 menit.
KAI juga sempat menerapkan rekayasa pola operasi untuk meminimalkan akibat terhadap pengguna. Buntut kejadian ini. KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mematuhi patokan keselamatan selama berada di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.
“Tetap ikuti patokan dan menjaga keselamatan baik di stasiun ataupun di dalam commuter line. Jadilah pengguna nan tertib dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna lain selama menggunakan commuter line,” kata Leza.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·