Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |20:35 WIB

Penyaluran angsuran perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke segmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD melesat hingga 57,79 persen hingga Juli 2026. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA – Penyaluran angsuran perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke segmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD melesat hingga 57,79 persen hingga Juli 2026. Kendati pembiayaan ke korporasi pelat merah melonjak tinggi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan ekspansi biaya Himbara tidak bertumpu pada satu golongan debitur saja.
Secara agregat, laju intermediasi golongan bank milik negara melesat sebesar 16,95 persen (yoy), naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode Juli 2025 nan berada di level 7,63 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memaparkan bahwa percepatan angsuran tersebut ditopang oleh diversifikasi pembiayaan ke sejumlah sektor produktif.
"Kredit kepada BUMN/BUMD tercatat tumbuh cukup tinggi sebesar 57,79 persen pada Juli 2026, namun pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa golongan debitur dan tidak hanya terkonsentrasi pada BUMN," kata Dian dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan info regulator, lonjakan signifikan juga terjadi pada segmen swasta lembaga finansial (LK) nan meroket 70,71 persen (yoy), sementara angsuran ke swasta non-LK bertumbuh 23,87 persen (yoy).
Dari sisi nilai riil, penyerapan likuiditas terbesar justru dikantongi golongan swasta non-LK dengan kenaikan nominal sebesar Rp346,6 triliun, melampaui tambahan pembiayaan ke BUMN/BUMD nan tercatat sekitar Rp169,4 triliun.
Perbandingan nomor nominal tersebut membuktikan bahwa perbankan pelat merah tetap menyalurkan likuiditas dalam jumlah besar kepada pelaku upaya swasta untuk menggerakkan perekonomian nasional.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·