KPK Ungkap Dua Kasus Paling Menonjol Usai 17 Kali OTT

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan 17 operasi tangkap tangan hingga Juli 2026. Mayoritas penyelidikan tertutup itu dilakukan terhadap kepala daerah, dengan nan terbaru adalah Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan ada dua perkara cukup menonjol dan sangat mencuri perhatian besar dari 17 kali OTT. Dua kasus paling menonjol itu ialah dugaan korupsi importasi peralatan di Direktorat Jenderal Bea Cukai dan dugaan pemerasan menjerat mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim.

"Kalau dari kami, nan agak mungkin begitu pemulihan asetnya alias peralatan buktinya agak besar itu Bea Cukai. Itu kan kita bisa dapatkan dari hasil tertangkap tangannya saja sudah Rp 45 miliar gitu ya, belum pengembangan-pengembangannya," kata Taufik dalam bertemu pers, dikutip Rabu (22/7/2026).

"Kemudian nan kedua, Imigrasi. Itu juga ya menurut kami lantaran itu pelayanan nan notabene itu juga menjadi barometer pelayanan internasional ya tentunya di negara kita itu juga bisa dikatakan menonjol," ujar Taufik.

Kendati begitu, KPK disebut Taufik juga tetap memberikan atensi kepada kasus-kasus lain. Terutama melibatkan kepala daerah, termasuk pada bulan ini ada empat bupati terjerat, ialah Kuantan Singingi (Kuansing), Langkat, Sukoharjo, dan terbaru Lombok Barat.

"Yang selebihnya adalah kepala daerah, mulai dari nan Langkat, Pekalongan, Sukoharjo. Kemudian ada juga mengenai pajak. Itu ada Banjarmasin, Jakarta Utara, itu juga peristiwa-peristiwa OTT nan kemudian kita atensi," ujar Taufik.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita