Felldy Utama
, Jurnalis-Sabtu, 07 Februari 2026 |23:17 WIB

Bahaya Child Grooming (foto: freepik)
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menyoroti viralnya video kedekatan seorang oknum pembimbing dengan siswinya di salah satu SD Negeri di Kabupaten Sukabumi.
Ia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar candaan alias keisengan, melainkan kejadian gunung es dari praktik child grooming nan kian marak di Indonesia.
Menurut Jasra, di kembali konten nan tampak sepele, terdapat pola kejahatan nan sistematis dan manipulatif dengan memanfaatkan kerentanan anak serta keluarganya.
"KPAI memandang kasus ini sebagai pintu masuk untuk membongkar praktik child grooming nan kian canggih dan manipulatif. Saya kira kita perlu bersikap tegas terhadap kejadian child grooming," ujar Jasra, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengingatkan, bahwa pelaku grooming tidak bekerja secara sembarangan. Mereka kerap melakukan riset terhadap calon korban, baik melalui media sosial maupun pengamatan langsung di lingkungan sekitar. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari family nan rentan secara ekonomi maupun psikologis.
“Pelaku masuk bak pahlawan. Mulai dari membantu biaya sekolah, melunasi utang keluarga, menjanjikan prestasi, hingga menawarkan pekerjaan. Ada juga nan memanfaatkan bentrok anak dengan family alias ketiadaan figur orang tua. Tujuannya menciptakan ketergantungan dan hutang budi,” jelasnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·