Kopdes dan BUMDes Disinergikan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kopdes dan BUMDes Disinergikan Mendes PDT Yandri Susanto(Dok. Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PEMERINTAH mempercepat penguatan ekonomi desa dengan mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengembangan desa tematik nan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Skema ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem ekonomi desa nan lebih kuat dan berkelanjutan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, Kementerian Desa terus menggandeng 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis untuk memastikan beragam program prioritas pemerintah dapat melangkah efektif di seluruh wilayah Indonesia.

"Jadi 10 asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita nan ke-6 itu betul-betul terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan kami memang dari Asta Cita keenam itu ada 12 tindakan bangun desa, di antara itu desa tematik," ujar Yandri dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (15/7) malam.

Menurut Yandri, keberadaan KD/KMP dirancang untuk menjadi offtaker nan bekerja berbareng BUMDes dalam menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Karena itu, koperasi tersebut tidak diposisikan sebagai pesaing BUMDes, melainkan sebagai mitra nan saling mendukung dalam mengembangkan perekonomian desa.

"Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, lantaran jumlah desa banyak sekali 75.266, dengan beragam potensi nan ada, tentu kelak masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, bakal dipastikan bisa mendapatkan faedah bagi para masyarakat desa," jelas Yandri.

Ia menambahkan, optimasi potensi lokal bakal menjadi konsentrasi utama setelah operasional KD/KMP melangkah penuh. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, koperasi juga bakal memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa melalui pembagian untung usaha.

"Nanti jika sudah jalan, kami pasti bakal maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing, pasti. Apalagi nan dipakai kan biaya desa dan apalagi kelak dari untung itu ada 20% dari Kopdes itu bakal menjadi pendapatan original desa. Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, Kopdes ini sukses dan sukses lantaran ada pengaruh positifnya kepada desa, termasuk sisanya nan 80% bakal kembali ke rakyat di desa itu," ungkap Yandri.

Di sisi lain, Yandri mengungkapkan bahwa program desa tematik nan telah dijalankan selama sekitar satu tahun mulai menunjukkan hasil nan menggembirakan. Salah satu buktinya, banyak desa tematik dan BUMDes nan sekarang berkedudukan sebagai pemasok utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Banyak desa tematik ini menjadi penyuplai MBG, banyak. Jadi nyaris seribu apalagi BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG," tutur Yandri.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, setiap desa bakal mengembangkan sektor unggulan sesuai karakter wilayahnya, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perkebunan. Nantinya, KD/KMP bakal menjadi mitra pemasaran hasil produksi tersebut dengan tetap bekerja-sama berbareng BUMDes. "Memang ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa coklat, dan desa-desa lain. Nah ini kelak tetap Koperasi Desa Merah Putih bakal menjadi offtaker-nya bekerjasama dengan badan upaya milik desa," pungkas Yandri. (Mir/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia