PT MRT Jakarta tak hanya diberi mandat untuk menyediakan jasa transportasi massal di Jakarta. Namun, juga diberi tugas untuk menghidupkan kembali sebuah kawasan, baik secara upaya maupun aktivitasnya.
Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta, mengungkap konsep placemaking untuk mewujudkan misi tersebut.
Samuel menyatakan bahwa placemaking adalah konsep menghadirkan ruang untuk mengekspresikan diri seseorang usai menjalankan peran utamanya sehari-hari.
“Supaya masyarakat sebelum pulang alias setelah dari instansi alias sekolah itu bisa stay dulu di tempat itu, berkumpul dengan organisasi alias temannya, dan kelak mereka baru pulang kembali ke rumah masing-masing,” kata Samuel saat bicara dalam MFP MRT Jakarta, Rabu (9/9).
Samuel menyebut bahwa merancang konsep placemaking tak sekadar hanya membikin alias menyediakan ruang, tapi juga mengelolanya. Tujuannya, membikin penduduk Jakarta mempunyai keterikatan emosional dengan sebuah kawasan.
“Jadi suatu tempat itu kudu punya suatu makna alias suatu tema dan kudu inklusif, bisa untuk siapa pun,” katanya.
Samuel mencontohkan area dengan konsep placemaking nan saat ini terbilang sukses dikelola PT MRT Jakarta, ialah Blok M. Di sini, kata Samuel, masyarakat dari usai tua hingga muda bisa berkumpul menjadi satu dengan beragam argumen dan tujuan.
Blok M pun akhirnya diyakini oleh penduduk Jakarta sebagai area "kultur skena" bagi anak muda, sekaligus nostalgic bagi orang tua.
“Kalau di Blok M kan temanya mungkin placemaking-nya anak-anak culture, anak skena. Tapi sebenarnya orang-orang nan dulu mungkin angkatan ayah ibu kita dulu juga suka ke Blok M. Jadi nan menikmati nggak hanya anak-anak mudanya,” sambung Samuel.
Singkatnya, kata Samuel, placemaking adalah gimana pengelola memberi “soul” alias “jiwa” pada sebuah tempat. Supaya, penduduk bakal selalu ingat dan bakal pergi ke tempat itu untuk melakukan aktivitas.
Kawasan Blok M pun sekarang dimanjakan dengan banyaknya dan mudahnya akses transportasi publik nan saling terintegrasi. Revitalisasi juga dilakukan di beberapa titik dengan pendekatan berorientasi transit (TOD). Itu membikin Blok M semakin naik daun. Jumlah pengunjungnya capai 40 ribu orang per hari, dan bisa tembus 60 ribu-80 ribu di hari libur.
Selain Blok M, MRT Jakarta juga bakal mulai konsentrasi merancang konsep placemaking untuk area Kota Tua di Jakarta Barat, mengingat pengembangan rute MRT Jakarta Fase 2A bakal sampai ke area nan kental bakal sejarah tersebut.
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·