Konsep Green Building Pangkas Biaya Energi hingga 30 Persen

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Konsep Green Building Pangkas Biaya Energi hingga 30 Persen Ilustrasi(Magnific.com)

KONSULTAN pengelola apartemen terbesar di Indonesia, Inner City Management (ICM), menggencarkan penerapan konsep green building (bangunan hijau) di seluruh portofolio properti kelolaannya. Langkah ini tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga terbukti efektif memangkas penggunaan daya dan biaya operasional hingga lebih dari 30 persen.

Saat ini, ICM memegang peran sebagai pengelola di lebih dari 35 area apartemen di seluruh Indonesia, di samping menjadi konsultan pengelola untuk beberapa perumahan tapak (landed house) dan pusat perbelanjaan (trade mall).

Chief Operating Officer (COO) Inner City Management, Krisdiarto Adipranoto, menjelaskan bahwa optimasi teknologi menjadi kunci utama efisiensi, terutama pada bangunan-bangunan nan sudah berumur. Salah satu langkah konkret nan diambil adalah modernisasi sistem pencahayaan dan penerapan sistem otomasi.

“Kombinasi ini membikin penggunaan daya lebih efektif,” ujar Krisdiarto, Rabu (21/5/2026).

Ia mencontohkan, peralihan ke lampu LED di seluruh area kelolaan bisa memperpanjang usia pemakaian perangkat listrik. Selain itu, pemasangan teknologi sensor mobilitas (motion sensor) maupun sensor sinar memastikan listrik hanya terpakai pada saat betul-betul dibutuhkan.

Dalam jangka panjang, ICM menilai program digitalisasi dan otomasi gedung ini tidak sekadar mengejar nomor efisiensi finansial, melainkan juga instrumen untuk mengubah perilaku para penunggu (tenant).

“Langkah ini juga turut membangun mindset dari tenant untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menghemat energi, dan lebih peduli terhadap rumor keberlanjutan,” tegas Krisdiarto.

Untuk memaksimalkan program tersebut, ICM secara masif melakukan sosialisasi di area-area publik apartemen. Edukasi mengenai style hidup irit daya rutin disampaikan melalui layar info di dalam lift, titik-titik strategis nan sering dilalui penghuni, hingga pemanfaatan sistem pengeras bunyi (paging system).

“Bagi kami, keberlanjutan baru bisa betul-betul terwujud dengan partisipasi dari penunggu dan menjadikannya bagian dari style hidup. Kami mau menciptakan lingkungan di mana keberlanjutan sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain efisiensi daya di dalam gedung, ICM juga mewajibkan kesiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di setiap properti nan mereka kelola. RTH ini difungsikan sebagai paru-paru area untuk menjaga kualitas udara, sekaligus menjadi pusat hubungan sosial antarwarga.

“Hunian nan ideal kudu menghadirkan ruang untuk tumbuh baik secara individual maupun sebagai bagian dari komunitas. Kami mau menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan, keberlanjutan, dan hubungan sesama penghuni,” jelas Krisdiarto.

Sejumlah apartemen besar di beragam kota tercatat telah mengangkat standarisasi gedung hijau ini. Di wilayah Jakarta, konsep ini sudah melangkah di Apartemen Kalibata City, Gading Mediterania Residences, dan Green Bay Pluit. Sementara untuk luar ibu kota, konsep serupa juga telah diterapkan di Apartemen Podomoro City Deli di Medan, serta Apartemen Parahyangan Residences di Bandung. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia