Konsep kediaman ramah lingkungan alias green building mulai dilirik di Tegal.(Dok. MI)
TREN pasar perumahan di Kota Tegal, Jawa Tengah, tetap bergerak positif sepanjang 2026. Meski kondisi ekonomi nasional mengalami dinamika, minat masyarakat terhadap kediaman berbobot dan investasi properti tetap tinggi, terutama pada segmen menengah hingga premium.
Kini, calon pembeli rumah tidak hanya mempertimbangkan letak dan fasilitas, tetapi juga mulai melirik konsep hunian ramah lingkungan alias green building. Konsep tersebut dinilai semakin relevan bagi masyarakat modern nan menginginkan rumah nyaman sekaligus efisien.
Project Manager CitraLand Tegal Yusuf Fakhrudin mengatakan, konsumen saat ini semakin selektif dalam menentukan pilihan tempat tinggal. Selain letak strategis, kualitas kawasan, akomodasi lengkap, dan nilai investasi jangka panjang menjadi aspek krusial dalam keputusan membeli rumah.
Salah satu produk nan sekarang banyak mendapat perhatian pasar adalah Cluster Brandella. Cluster itu mengusung konsep modern minimalis nan menitikberatkan pada kenyamanan, estetika, dan kegunaan ruang.
Sejumlah jenis rumah di Cluster Brandella mulai menerapkan konsep green building nan lebih irit daya dan ramah lingkungan. "Konsep green building mulai menjadi perhatian masyarakat modern," kata Yusuf dikutip pada Kamis (28/5).
Selain menawarkan kreasi kebinasaan nan modern dan elegan, cluster tersebut juga menghadirkan lingkungan eksklusif dengan jalan area nan luas, area hijau, serta nilai investasi nan dinilai menjanjikan.
Cluster Brandella mulai dipasarkan sejak akhir 2024 dan saat ini memasuki tahun kedua penjualan. Pada tahap awal, area itu dikembangkan di atas lahan sekitar tiga hektare dengan rencana pembangunan sekitar 160 unit rumah.
Saat ini terdapat delapan jenis rumah nan dipasarkan, ialah Rochelia, Pachelia, Cordia, Liora, Ellisia, Elora, Azolla, dan Vallora. Beberapa jenis seperti Rochelia, Pachelia, Cordia, Liora, dan Ellisia apalagi sudah lenyap terjual.
Sementara itu, jenis terbaru Azolla dan Vallora nan diluncurkan pada Mei 2026 disebut mendapat respons pasar nan sangat baik meski jumlah unit tetap terbatas. Harga rumah di cluster tersebut dipasarkan mulai Rp1,4 miliar hingga Rp2,1 miliar.
Respons pasar terhadap Cluster Brandella sejauh ini dinilai sangat positif. Bahkan secara year to date, penjualannya telah mencapai sekitar 80% dari sasaran perusahaan.
Target pasar cluster itu cukup beragam, mulai dari family muda mapan, profesional, pengusaha, hingga penanammodal properti. Banyak konsumen juga membeli rumah untuk meningkatkan kualitas kediaman ke area premium nan lebih nyaman dan eksklusif.
"Yang dibeli konsumen bukan hanya rumah, tetapi juga kualitas lingkungan, kenyamanan, keamanan, dan nilai investasi jangka panjang," jelas Yusuf.
Pembeli kediaman di area tersebut berasal dari beragam kalangan, mulai dari pengusaha, ASN, profesional, hingga penanammodal dari luar kota.
Hal itu, imbuh Yusuf, menunjukkan bahwa kebutuhan rumah tinggal dan minat investasi properti tetap cukup baik. "Pasar perumahan di Kota Tegal saat ini tetap bergerak cukup positif, terutama untuk segmen menengah dan premium. Kebutuhan rumah tinggal dan minat investasi properti juga tetap cukup tinggi," terangnya.
Yusuf menjelaskan, stabilnya pasar properti di Kota Tegal didorong oleh beragam faktor. Kebutuhan kediaman nan terus meningkat, pertumbuhan family muda, hingga kalangan mapan nan mencari rumah baru menjadi penopang permintaan pasar.
Selain itu, perkembangan prasarana kota serta letak area perumahan nan strategis juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. "Properti tetap dianggap sebagai instrumen investasi nan relatif kondusif dan stabil," kata Yusuf.
Di tengah kondisi ekonomi nasional nan memengaruhi daya beli masyarakat, penjualan CitraLand Tegal pada awal 2026 justru mencatat kenaikan dibanding periode nan sama tahun sebelumnya.
Menurut Yusuf, tingginya minat pasar terlihat dari respons positif terhadap produk-produk terbaru, terutama cluster nan menawarkan konsep modern dengan lingkungan premium.
"Kami sangat bersyukur, penjualan awal tahun 2026 tumbuh dibanding awal tahun 2025, meningkat sekitar 30%," ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari reputasi developer berskala nasional nan telah dikenal luas di industri properti Indonesia. Selain itu, kualitas bangunan, pengembangan area nan konsisten, dan posisi letak nan strategis juga menjadi argumen konsumen tetap memilih area tersebut.
Tidak hanya hunian, permintaan terhadap properti komersial di area itu juga tetap tinggi. Yusuf mengatakan nyaris setiap calon konsumen menanyakan kesiapan ruko.
Hal itu tidak lepas dari area komersial nan sekarang sudah berkembang dan aktif digunakan untuk beragam jenis usaha, mulai dari klinik kecantikan, kafe, kuliner, kantor, hingga retail jasa. Namun, seluruh unit ruko di area tersebut diketahui telah lenyap terjual sejak 2022.
Untuk menunjang kenyamanan penghuni, pengembangan area dan akomodasi pendukung terus dilakukan. Sejumlah akomodasi nan telah tersedia di antaranya keamanan 24 jam, access card system, thematic park, outdoor fitness area, area komersial I-Walk, hingga tempat ibadah.
Dalam waktu dekat, developer juga bakal menghadirkan sport centre sebagai akomodasi tambahan. Sementara pembangunan rumah di Cluster Brandella terus melangkah secara berjenjang dan konsisten.(Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·