Konektivitas Wilayah Modal Pertumbuhan Kawasan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Konektivitas Wilayah Modal Pertumbuhan Kawasan Permintaan kediaman di Cirebon tetap tumbuh, terutama dari kalangan family muda dan ahli hingga pertengahan 2026.(Dok. Citraland Cirebon)

PENINGKATAN konektivitas wilayah dan pertumbuhan kawasan penyangga dinilai ikut mendorong minat masyarakat terhadap kediaman di Kota Cirebon. Di tengah tantangan ekonomi dunia dan kenaikan nilai material bangunan, pasar properti di Cirebon hingga pertengahan 2026 disebut tetap menunjukkan tren nan relatif stabil.

Project Manager CitraLand Cirebon, I Putu Dian Arie Wibawa, mengatakan permintaan hunian di Cirebon tetap tumbuh, terutama dari kalangan family muda dan profesional. Menurut dia, masyarakat sekarang tidak hanya mencari rumah sebagai tempat tinggal, tetapi juga area nan nyaman, mudah diakses, serta mempunyai prospek investasi jangka panjang.

“Pasar perumahan di Cirebon tetap sangat baik, khususnya untuk area nan menawarkan akomodasi lengkap, keamanan, konsep lingkungan nan baik, serta potensi kenaikan nilai properti di masa depan,” kata Putu, Senin (8/6).

Ia mengatakan, perkembangan prasarana dan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu aspek nan membikin Cirebon semakin dilirik sebagai letak hunian. Pertumbuhan area penyangga juga mendorong kebutuhan masyarakat terhadap perumahan nan terintegrasi dengan akomodasi pendukung.

Fenomena tersebut turut dirasakan CitraLand Cirebon. Hingga Mei 2026, penjualan proyek kediaman terpadu itu tercatat mencapai sekitar 45% dari sasaran tahunan.

Menurut Putu, sektor properti tetap relatif handal dibanding sejumlah sektor lain, meski kondisi ekonomi dunia dan kenaikan kebutuhan pokok sempat memengaruhi psikologis pasar.

“Kebutuhan rumah tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga pasar properti relatif lebih tahan banting,” ujarnya.

Untuk menjaga pertumbuhan penjualan, developer menerapkan sejumlah strategi, mulai dari menghadirkan produk sesuai kebutuhan pasar, memperkuat konsep kawasan, menjaga kualitas pembangunan, hingga menawarkan program pembayaran nan lebih memudahkan konsumen.

Saat ini, kebanyakan pembeli di area tersebut tetap didominasi pengguna langsung alias end user. Mereka umumnya berasal dari kalangan family muda dan ahli nan memerlukan kediaman dengan lingkungan tertata serta akomodasi lengkap.

Beberapa jenis rumah nan paling diminati sepanjang tahun ini antara lain Primrose, Neo Marigold, Neo Iris, serta cluster terbaru Elderwood dengan jenis Dianella satu lantai.

Marketing Manager CitraLand Cirebon, Agustino Sasongko, mengatakan pengembangan area kediaman tidak hanya berjuntai pada gedung rumah, tetapi juga pada konsep lingkungan dan akomodasi nan mendukung aktivitas penghuni.

Salah satu produk terbaru nan saat ini dikembangkan adalah Cluster Elderwood. Cluster tersebut mengusung konsep kediaman modern dengan suasana waduk serta ruang terbuka hijau.

“Elderwood menawarkan experience tinggal dengan ambience resort dan view waduk sebagai focal point utama kawasan. Ini menjadi sesuatu nan baru di Cirebon,” kata Agustino.

Ia menyebut konsep waduk menjadi salah satu daya tarik lantaran menghadirkan suasana nan lebih tenang, eksklusif, dan nyaman bagi penghuni.

“Ini adalah cluster pertama dengan konsep waduk di Cirebon. Selain meningkatkan estetika kawasan, keberadaan waduk juga menciptakan ruang hubungan dan lifestyle bagi penghuni,” ujarnya.

Rumah di Cluster Elderwood dipasarkan dengan nilai mulai Rp590 juta hingga Rp1,5 miliar. Cluster ini terdiri dari empat jenis rumah, ialah Amara, Bridelia, Clusia, dan Dianella.

Selain hunian, pasar properti komersial di Cirebon juga dinilai tetap menjanjikan. Pertumbuhan aktivitas bisnis, kuliner, dan jasa mendorong kebutuhan ruang upaya di letak strategis.

Agustino mengatakan permintaan ruko di area CitraLand Cirebon tetap cukup tinggi lantaran organisasi penunggu di area tersebut terus berkembang.

“Calon customer tetap banyak menanyakan kesiapan ruko satu hingga dua lantai,” katanya.

Saat ini, produk ruko nan tersisa disebut hanya satu unit ready stock tiga lantai dengan nilai sekitar Rp2,5 miliar.

CitraLand Cirebon juga terus mengembangkan akomodasi kawasan, seperti sports club, area komersial, ATM center, area kuliner The Clane, ruang terbuka hijau, hingga sistem keamanan 24 jam. Fasilitas penunjang style hidup seperti laundry, gym, dan area perkantoran juga dikembangkan secara bertahap.

Agustino menilai prospek pasar properti Cirebon dalam jangka panjang tetap positif. Menurut dia, posisi Cirebon nan strategis serta perkembangan prasarana menjadi modal krusial bagi pertumbuhan sektor properti.

“Cirebon mempunyai potensi pertumbuhan besar lantaran kebutuhan kediaman modern tetap tinggi dan perkembangan kawasannya terus berjalan,” ucapnya.

Pihak developer juga mengimbau masyarakat untuk membeli rumah sesuai kebutuhan dan keahlian finansial, sekaligus mempertimbangkan potensi investasi jangka panjang.

“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga instrumen investasi nan nilainya condong bertumbuh. Karena itu krusial memilih area nan pengembangannya jelas dan mempunyai potensi value nan terus meningkat,” kata Agustino. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑