PT RANS Entertainment Indonesia Tbk buka bunyi soal rumor dugaan pencucian duit nan beredar di tengah proses pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan seluruh tahapan penawaran umum perdana saham (IPO) telah memenuhi ketentuan nan ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
“Terkait masalah pencucian uang, jangan lupa bahwa proses IPO itu melalui ketentuan patokan nan kudu dipenuhi oleh setiap emiten,” kata Darwin saat konvensi pers usai penyelenggaraan IPO di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/7).
Menurutnya, selama proses IPO, emiten kudu menjawab beragam pertanyaan dan memenuhi persyaratan nan sangat rinci, termasuk melalui proses due diligence berbareng penjamin emisi alias underwriter.
“Melalui proses underwrite ada tiga hal, pertama keterbukaan kaitan topik aspek hukum. Jadi semua transaksi itu kudu dibuktikan dengan aspek hukum, arsip notaris, dan seterusnya,” jelas Darwin.
Ia melanjutkan, keterbukaan dari sisi akuntansi juga mengharuskan perusahaan menunjukkan pembukuan dan laporan finansial secara transparan. Lalu nan ketiga, keterbukaan info kepada regulator dan publik.
“Jadi jika mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor nan ada daripada faktanya nan ada,” tegas Darwin.
Darwin kembali mengingatkan pencatatan saham RANS di BEI menjadi momentum untuk menunjukkan kondisi perusahaan berasas kebenaran dan proses nan telah memenuhi seluruh ketentuan nan bertindak dari OJK maupun BEI.
“Saya rasa IPO-nya RANS itu krusial untuk menyampaikan apa nan terjadi di emiten ini secara kebenaran nan ada,” imbuh Darwin.
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) pada Jumat (9/7).
Saat pencatatan perdananya, saham RANS melesat 34,12 persen alias sebesar 58 poin dan bertengger pada level Rp 288 per saham, dengan sahamnya nan langsung melesat menyentuh auto rejection atas (ARA) pada hari pertama perdagangannya.
Perusahaan nan didirikan Raffi Ahmad itu melepas 2,525 miliar saham baru alias setara 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan nilai penawaran sebesar Rp 170 per saham, perseroan sukses menghimpun biaya segar senilai sekitar Rp 429,25 miliar dari tindakan korporasi tersebut.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·