Pelatih Bayern Muenchen Vincent Kompany(Bayern Muenchen)
Vincent Kompany nan sekarang menangani Bayern Muenchen mengakui sosok Pep Guardiola mempunyai pengaruh besar dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih. Kompany menyebut Guardiola sebagai figur nan membuatnya percaya diri untuk meniti jalan di bumi kepelatihan. Pernyataan itu disampaikan Kompany setelah Guardiola mengumumkan bakal meninggalkan Manchester City. Berbicara menjelang final Piala Jerman melawan VfB Stuttgart, Kompany mengenang masa ketika dirinya menjadi kapten City di bawah didikan Guardiola selama tiga musim.
“Saya punya karakter dan kepribadian sendiri, tetapi rasa percaya bahwa saya bisa menjadi pelatih, itu saya dapatkan dari Pep,” kata Kompany.
Mantan bek timnas Belgia itu menyebut kesempatan bekerja berbareng Guardiola sebagai bingkisan besar dalam hidupnya. Menurutnya, pengaruh Guardiola jauh melampaui urusan strategi di lapangan.
“Itulah besarnya pengaruh dia. Mungkin saya bukan orang terdekatnya di ruang ganti, mungkin juga tidak selalu disukai, tetapi saya betul-betul percaya pada style kepemimpinannya,” ujarnya.
Guardiola memang dikenal sebagai salah satu pembimbing paling sukses dalam sejarah modern sepak bola. Selama satu dasawarsa di City, pembimbing asal Spanyol itu mempersembahkan enam gelar Liga Primer Inggris dan trofi Liga Champions, selain sederet gelar domestik lainnya.
Kompany sendiri menjadi bagian krusial dalam kesuksesan City saat meraih dua gelar Liga Primer beruntun pada 2018 dan 2019. Sekarang Kompany mulai membangun kisah suksesnya sendiri berbareng Bayern Muenchen. Sejak ditunjuk sebagai pembimbing pada 2024, Kompany sudah membawa klub raksasa Jerman tersebut meraih dua gelar Bundesliga secara beruntun.
Kompany menilai Guardiola meninggalkan warisan besar di City. Meski begitu, kata dia, banyak orang salah memahami Guardiola nan kerap dilekatkan dengan obsesi terhadap taktik.
“Terlalu banyak orang membicarakan soal strategi alias teknik. Padahal bagi Pep, semuanya berasal dari gairah luar biasa untuk memenangkan apa pun,” kata Kompany.
“Itu menjadi bingkisan besar bagi saya bisa bekerja bersamanya. Rasa lapar saya untuk menjadi pembimbing lahir dari tahun-tahun nan saya habiskan berbareng dia,” tandasnya
English (US) ·
Indonesian (ID) ·