Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera menuntaskan pencairan anggaran untuk penanganan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) nan tetap tersangkut.
Rajiv mengatakan penanganan karhutla kudu segera dilakukan mengingat kebakaran telah berakibat terhadap masyarakat. Ia menyebut kebutuhan anggaran tersebut telah menjadi konklusi dalam rapat Komisi IV DPR berbareng Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Selasa (18/8).
"Kita kudu pula menanggulangi kebakaran hutan. Anggarannya tetap tersangkut di situ (Kementerian Keuangan). Itu konklusi rapat tanggal 18 Agustus," kata Rajiv saat dihubungi kumparan, Kamis (20/8).
Menurutnya, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah pemulihan ekosistem setelah kebakaran sukses ditangani. Salah satunya melalui penanaman kembali area rimba dan lahan nan terdampak.
"Untuk pemulihan ekosistem, kelak kita tanam ulang," ujarnya.
Namun, upaya pemulihan tersebut kudu melangkah berbarengan dengan penegakan hukum. Rajiv meminta penyebab kebakaran tetap diselidiki untuk memastikan pihak nan bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan.
"Di satu sisi, penegakan norma juga kudu melangkah dan terukur. Penyebab kebakarannya tetap kudu diselidiki," ujar dia.
Rajiv juga menyoroti penanganan kabut asap nan telah memasuki area permukiman warga. Menurutnya, abdi negara kewilayahan turut membantu Kementerian Kehutanan dalam menangani akibat Karhutla di lapangan.
"Untuk penanganan asap nan sudah masuk ke permukiman warga, Kapolda, Pangdam juga membantu Kementerian Kehutanan di wilayah," katanya.
Dia mengapresiasi seluruh personel dan komponen nan saat ini terlibat dalam penanganan karhutla. Rajiv berambisi operasi di lapangan dapat melangkah dengan baik dan meminta masyarakat turut mendoakan para petugas.
"Mohon doanya buat para pasukan dan seluruh komponen nan sedang menjalankan tugas," tutup Rajiv.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·