Kolaborasi Startup Kembangkan Solusi Berdampak bagi UMKM

Sedang Trending 7 jam yang lalu
Kolaborasi Startup Kembangkan Solusi Berdampak bagi UMKM Ilustrasi(Dok Istimewa)

Pendanaan bagi startup di Indonesia tetap menghadapi tekanan seiring berlanjutnya kejadian tech winter secara global. Sepanjang 2025, total pendanaan startup Indonesia tercatat hanya sekitar US$355,7 juta, turun drastis dibandingkan masa puncaknya pada 2021[2.1] nan mencapai US$6,9 miliar . Kondisi ini mencerminkan semakin ketatnya akses permodalan bagi pelaku startup, ditambah sejumlah tantangan lain seperti tata kelola upaya nan belum optimal, belum bisa menunjukkan kecocokan solusi dengan kebutuhan pasar, serta kelebihan nilai nan kompetitif.

Di tengah tantangan tersebut, startup tetap memegang peran krusial dalam mendorong pemerataan kesejahteraan. Kehadiran startup turut membuka lapangan kerja, memperluas akses keuangan, menghadirkan penemuan berbasis lingkungan, hingga memperkuat pemberdayaan masyarakat di beragam daerah. 

Menjawab tantangan tersebut, menjelang penyelenggaraan The 2026 Asia Grassroots Forum, Amartha menginisiasi Gamechanger Series, sebuah inisiatif program kolaboratif nan mempertemukan startup lintas sektor untuk mengembangkan dan menguji solusi nan berakibat langsung bagi UMKM dan masyarakat akar rumput. Kegiatan ini merupakan kerjasama berbareng KUMPUL Impact, bagian dari KUMPUL nan konsentrasi pada pengembangan kewirausahaan di Indonesia. KUMPUL Impact menjalankan beragam program nan konsentrasi pada pemberdayaan pengusaha tahap awal (early-stage) dan organisasi lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nan inklusif dan berakibat bagi sosial maupun lingkungan.

“The 2026 Asia Grassroots Forum, hosted by Amartha, menjadi wadah krusial bagi startup di Indonesia untuk memperkenalkan solusi mereka kepada ekosistem nan lebih luas, termasuk jaringan penanammodal internasional nan selama ini berkolaborasi dengan Amartha. Kami memandang banyak startup mempunyai penemuan nan relevan untuk menjawab tantangan di masyarakat, namun memerlukan akses terhadap kolaborasi, validasi, dan support pendanaan agar dapat berkembang lebih berkelanjutan. Melalui Gamechanger Series, kami mau membuka kesempatan tersebut sekaligus memperkuat ekosistem penemuan nan berdampak,” ujar Aria Widyanto, Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha.

Bersama KUMPUL Impact, Gamechanger Series dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang inkubasi buahpikiran dan penerapan solusi nan berakibat langsung bagi UMKM dan masyarakat akar rumput. Program ini bakal mencakup serangkaian aktivitas seperti lokakarya co-creation, penyelenggaraan proyek percontohan (pilot project) di lapangan, hingga sesi presentasi solusi (showcase). 

Melalui pendekatan ini, setiap startup tidak hanya berkontribusi dalam ide, tetapi juga diuji dalam penerapan nyata di komunitas.Melalui pendekatan tersebut, startup tidak hanya didorong untuk menghadirkan inovasi, tetapi juga untuk memastikan solusi nan dikembangkan relevan, terukur, dan dapat diimplementasikan secara langsung di masyarakat. 

Sarita Kinanti, Program & Impact Director, KUMPUL Impact, mengatakan, “Sebagai platform nan berfokus membangun ekosistem inovasi, KUMPUL Impact memandang kerjasama lintas sektor menjadi kunci agar startup dapat berkembang sekaligus menciptakan akibat nan relevan. Melalui Gamechanger Series, kami mau menjembatani para inovator dengan kebutuhan nyata UMKM dan masyarakat akar rumput, sehingga solusi nan lahir tidak hanya scalable, tetapi juga mempunyai penerapan nan kuat dan berkelanjutan.”

Selain program Gamechanger Series, Amartha juga menghadirkan Founder-Investor Matchmaking Session, sebuah program nan membuka kesempatan bagi founder startup berbasis di Indonesia untuk terhubung langsung dengan penanammodal global. Melalui sesi pertemuan satu musuh satu (one-on-one meeting), sebanyak 80 startup terpilih bakal dipertemukan dengan 40 penanammodal guna membuka kesempatan kerjasama dan pendanaan strategis. 

Seluruh rangkaian program ini bakal bersambung di The 2026 Asia Grassroots Forum nan mengusung tema Enabling Growth, Elevating Financial Health pada 3-4 Juni 2026 di Shangri-La, Jakarta. Forum ini bakal dihadiri lebih dari 500 peserta dari beragam sektor, mulai dari pemerintah, investor, startup, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk mendorong kerjasama dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi akar rumput di Asia. 

“The 2026 Asia Grassroots Forum tidak hanya menjadi ruang pertemuan antarpemangku kepentingan, tetapi juga momentum untuk membangun kerjasama lintas sektor nan lebih konkret dan berkelanjutan. Kami berambisi forum ini dapat memperkuat konektivitas antara startup, investor, pemerintah, dan organisasi pembangunan guna memperluas kesempatan pertumbuhan nan lebih inklusif bagi UMKM di Asia,” tutup Aria.
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia