Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan jasa Mobil Klinik Hewan Keliling untuk memperluas akses kesehatan hewan. Klinik bergerak ini melayani beragam jenis hewan, mulai dari kucing, iguana, hingga kambing.
Peluncuran dilakukan pada Jumat (10/7). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berambisi jasa ini dapat membantu mempertahankan status Jakarta sebagai wilayah bebas rabies.
"Jakarta ini sebagai kota nan bebas rabies tentunya kudu kita dukung, kita tetap maintain, kita rawat. Maka aktivitas mobil klinik hewan ini, saya yakin, merupakan modal sosial nan luar biasa bagi Jakarta untuk mempertahankan status bebas rabies," kata Pramono di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengatakan mobil klinik hewan tersebut menjadi terobosan baru nan dihadirkan Pemprov DKI. Setiap unit bakal diawaki seorang master hewan dan seorang paramedis untuk memberikan beragam jasa kesehatan hewan secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, jasa nan tersedia cukup lengkap, mulai dari konsultasi, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, pengobatan, hingga pemeriksaan laboratorium.
"Beberapa jasa nan dilakukan, di antaranya konsultasi, pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi, pengobatan hewan, pemeriksaan laboratorium, termasuk darah rutin, biokimia, urine, dan feses," ujarnya.
Ada USG hingga Inkubator
Pada Kamis (16/7), Klinik Hewan Keliling Jakarta Selatan tengah beraksi di Jagakarsa. Klinik itu menggunakan mobil truk dengan boks besar nan dimodifikasi menjadi ruang pemeriksaan dan tindakan.
Mobil klinik hewan keliling itu berkelir putih dan biru. Informasi mengenai tarif pemeriksaan, operasi ringan, hingga cek USG sudah terpampang di badan mobil.
Klinik berada di ruangan unik belakang kemudi. Ruangannya dibuat dengan box unik nan dimodifikasi untuk pemeriksaan hewan.
Di ruangan pemeriksaan itu ada meja, kursi, AC, hingga jendela. Ruangan itu juga dilengkapi pet incubator, perangkat biokimia darah, perangkat hematologi, mikroskop, anestesi inhalasi, oksigen, nebulizer, hingga USG.
Dokter hewan nan bertugas, Adittya Nugraha, mengatakan klinik hewan keliling ini mempunyai kelebihan lain daripada klinik biasanya. Katanya, klinik itu bisa melakukan tindakan emergency.
"Bisa melakukan tindakan emergency, baik itu emergency-nya. Namun beberapa kasus nan sudah tidak bisa terbantu, kita rujuk ke klinik nan terdekat. Kemudian buat kelebihan lainnya paling pastinya di nilai nan sangat terjangkau, bisa kita lihat juga baik di depan tadi ada juga secara pemeriksaan lab alias pemeriksaan hewannya itu kita harganya lebih terjangkau. Jadi buat masyarakat bisa datang dan kita sekarang juga buat vaksin rabies kita gratis," kata Adittya.
Di sisi lain, Adittya menyebut melakukan tindakan di klinik hewan Keliling mempunyai tantangan. Katanya, dia selalu cemas alat-alat canggihnya jatuh saat jalan alias saat ada hewan nan agresif.
"Tantangan di mobil nan sempit-sempitan mungkin kocak ya kayak jika kucingnya 'reog', kita juga berhadapan dengan perangkat lab nan sangat komplit di sini. Itu otomatis jika sebisa mungkin hewannya sereog apa pun kita kudu pegang, nggak boleh dilepas," jelasnya.
"Kalau dilepas lebih takutnya ke alat-alatnya, takut nantinya kena tendang alias kena digoyang aja alat-alatnya juga bisa kayak ada perangkat hematologi itu ada cairannya di atas mejanya juga, jadi takutnya tumpah, jadi kelak takut korsleting," ucapnya.
Dokter Obati Kambing hingga Iguana
Adittya mengatakan Klinik Hewan Keliling memberi pengalaman baru untuknya. Dia mengatakan pernah memeriksa iguana, sugar glider, hingga domba nan dibawa ke dalam mobil.
"Sangat serulah di mobil klinik hewan ini. Saya rasa kayak di tempat nan sempit ini banyak alatnya, banyak tingkah kocak dari owner-nya, ada nan bawa iguana, ada nan bawa sugar glider, tadi pagi kita lenyap memeriksa kambing juga," kata Adittya.
Adit mengatakan hewan iguana dan sugar glider dibawa untuk diperiksa kesehatannya. Dia menyebut sugar glider diperiksa pascamelahirkan.
"Jadi dari owner keluhannya tidak ada, tapi hanya saja buat kan tadi jika sugar glider itu dia lenyap melahirkan, jadi ada katanya 'mau diperiksa aja, Dok, anaknya gimana', kondisi si sugar glider-nya gimana," jelas dia.
"Terus jika untuk iguana juga kemarin katanya sempat ada sesuatu setelah dia makan, ada keluar kayak mau refleks buat menelannya itu susah. Jadi kita bantu lihat, alhamdulillahnya waktu diperiksa sudah tidak ada dan pengaruh refleks menelannya juga sudah bagus. Jadi tidak, hanya pemeriksaan buat cek kesehatan dari luarnya saja seperti itu," imbuh dia.
Warga Senang Ada Klinik Hewan Keliling
Klinik Hewan Keliling itu membikin penduduk senang lantaran tak perlu jauh menempuh perjalanan untuk memeriksa hewan piaraan kesayangannya. Selain itu, nilai pemeriksaan terbilang relatif lebih murah.
Misalnya, Akbar, penduduk Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan jarak rumahnya lebih dekat ke instansi Kelurahan Srengseng Sawah daripada klinik hewan di Ragunan. Jadi, menurutnya, Klinik Hewan Keliling sangat membantu bagi pemilik hewan peliharaan.
"Ya satu, untuk jarak lebih dekat ya dari rumah. Terus untuk biayanya juga relatif terjangkau gitu, daripada kudu ke nan agak, harganya juga lumayan jika ke klinik alias Puskeswan gitu," kata Akbar saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7).
Akbar mengatakan info soal Klinik Hewan Keliling didapatnya dari media sosial. Dia memandang Gubernur Jakarta Pramono Anung meluncurkan program ini.
"Awalnya kan Pak Pramono Anung itu kan kemarin launching ya, terus saya lihat di Instagram-nya juga ada klinik hewan keliling sini, sangat berfaedah sih. Kebetulan kucing saya dua lagi sakit, saya langsung datang pas lihat di Instagram," jelas dia.
Hal nan disampaikan penduduk Srengseng Sawah, Sri Sukmana, mengaku senang lantaran Klinik Hewan Keliling berada sangat dekat dengan rumahnya. Apalagi dia punya kucing banyak dan perlu divaksinasi hingga sterilisasi.
"Iya, ini kucing dua divaksin. Kemarin itu nan induknya disteril, anaknya berobat mata," kata Sri.
Sri sudah membawa empat kucingnya dalam dua hari ke pelayanan Klink Hewan Keliling di laman instansi Kelurahan Srengseng Sawah. Dia berambisi program ini terus ada dan berkembang lebih baik.
"Harapan saya ya sering-sering aja sih ya sering-sering diadain ya. Vaksinnya gratis, tapi jika kemarin berobat bayar," katanya.
(amw/rfs)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·