Mobil Mitsubishi lawas tetap digunakan oleh sebagian pemiliknya hingga sekarang. Seiring usia kendaraan bertambah, perawatan mobil-mobil tersebut memerlukan mekanik nan memahami karakter mesin dan komponen nan sudah berumur.
Salah satu bengkel nan konsentrasi menangani Mitsubishi lawas adalah Galant Auto Parts milik Zaenal. Ia bilang sebenarnya bengkel miliknya melayani beragam jenis mobil Mitsubishi, baik model lama maupun baru.
Karena lebih sering menangani dan membikin konten mengenai Galant, nama bengkelnya kemudian lebih dikenal sebagai bengkel ahli Galant. Pria asal Salatiga, Jawa Tengah, itu sejak awal memang mempunyai kesukaan terhadap sedan lawas Mitsubishi, khususnya Galant.
"Awal mulanya itu tahun 2008 saya punya mobil Galant. Mobilnya saya bawa ke bengkel, sehari bisa towing tiga kali pindah-pindah bengkel. Akhirnya tiga bulan nggak ketemu solusi, sudah lenyap sekitar Rp 60 juta sampai Rp 80 juta," kata Zaenal kepada kumparan saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (15/9).
Pengalaman tersebut justru membikin Zaenal penasaran untuk memahami sendiri karakter Galant. Ia kemudian membeli unit Galant lain dengan kondisi nan lebih prima dan mulai membongkar mesin sampai overhaul secara berdikari guna mempelajarinya.
Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi usaha. Setelah beberapa tahun memahami Galant, Zaenal mendapat saran dari salah satu kawan untuk membuka bengkel.
Akhirnya, dia mengikuti permintaan tersebut dan mulai membuka bengkel di Jatiwarna, Bekasi, pada tahun 2015 nan menangani beragam Mitsubishi klasik, seperti Lancer, Galant VR4, FTO, dan GTO.
"Mesinnya Galant V6 jadi sesuai karakter, watak, dan perilaku saya. Pada dasarnya saya memang suka otomotif, bukan orang nan latar belakang Mitsubishi. Di situlah ngulik dan menambah pengalaman," ungkapnya.
Pengalaman menangani Mitsubishi lawas kemudian membawa Galant Auto Parts mendapatkan pekerjaan dari jaringan bengkel resmi. Salah satunya terjadi ketika Mitsubishi Kalimalang menjadi pemenang tender dari Polda Metro Jaya untuk menangani kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).
"Sekitar tahun 2017, jumlahnya saat itu ada puluhan mobil. Mobil-mobil PJR itu banyak, Lancer EX dan Galant, semuanya rata-rata masuk ke sini. Kerja samanya sekitar tiga sampai empat tahun, sampai pandemi Covid-19," tambahnya.
Setelah periode tersebut, kendaraan PJR tidak lagi masuk ke Galant Auto Parts melalui Mitsubishi Kalimalang. Pekerjaan itu berakhir lantaran bagian bengkel resmi itu tidak lagi menjadi pemenang tender penanganan kendaraan PJR.
Pengalaman menangani kendaraan PJR menjadi salah satu bagian dari perjalanan Galant Auto Parts nan awalnya dibangun dari kesukaan Zaenal terhadap Mitsubishi Galant. Sampai sekarang, bengkel tersebut tetap banyak menangani Mitsubishi lawas, mulai dari perawatan mesin, kaki-kaki, restorasi, hingga kebutuhan beragam kebutuhan modifikasi.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·