Jakarta -
Fasilitas pengolahan minyak milik Rusia kembali diserang drone Ukraina. Serangan kali ini merusak akomodasi kilang hingga stasiun pemompaan minyak.
Melansir Al Jazeera, Senin (1/6/2026), serangan drone paling parah terjadi di area Saratov, sebuah wilayah di sekitar Sungai Volga, dan terdapat beberapa kilang minyak. Sejak perang terjadi pada 2022 lalu, area ini memang telah menjadi sasaran serangan Ukraina.
Gubernur Saratov Roman Busargi mengatakan prasarana sipil ikut rusak akibat serangan nan diluncurkan pada malam hari itu. Dalam perihal ini, pihak militer Ukraina juga sudah mengkonfirmasi bahwa mereka betul menyerang kilang minyak Saratov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, akomodasi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di wilayah bentrok nan telah diduduki Rusia, dikabarkan diserang Ukraina. Namun Ukraina membantah tuduhan telah menyerang akomodasi tersebut.
Di wilayah lain, Kirov, nan berlokasi di timur laut Moskow dan sekitar 1.300 km (800 mil) dari Ukraina, juga diserang drone. Gubernur Kirov, Alexander Sokolov, mengkonfirmasi bahwa serangan drone itu sukses menghantam sebuah akomodasi di distrik Urzhumsky.
Dalam perihal ini, tentara Ukraina mengkonfirmasi serangan tersebut, dan mengatakan serangan juga telah menghantam stasiun pemompaan minyak Lazarevo di wilayah itu.
Gubernur di sejumlah wilayah Rusia seperti Rostov, Voronezh, dan Belgorod, juga melaporkan serangan Ukraina. Ketiga wilayah ini memang secara langsung berbatasan dengan Ukraina sehingga rentan mendapat serangan, dan tiga penduduk sipil terluka di Belgorod.
"Di Semenanjung Krimea nan dikuasai Rusia di Ukraina, Gubernur Sergei Aksyonov nan didukung Moskow mengatakan bahwa pihak berkuasa sedang memberlakukan pembatasan penjualan bensin," tulis Al Jazeera dalam laporannya.
"Dia tidak mengatakan alasannya, tetapi Ukraina selama berbulan-bulan telah menyerang prasarana bahan bakar di Rusia barat daya dekat Krimea," sambung Al Jazeera
(igo/hns)
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·