Ketua MPR Ahmad Muzani terkesan saat pertama kali mendarat di Bandara Internasional Nusantara dalam kunjungannya ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (20/4). Ia menyebut, suasana airport begitu megah.
“Turun, kita dikagetkan dengan suasana nan membanggakan: Bandara Internasional Nusantara di Ibu IKN,” kata Muzani saat mengunjungi Kantor Otorita IKN.
Ia menambahkan, kesan awal rombongan MPR sangat positif terhadap akomodasi tersebut.
“Kesan kami pertama adalah ini bandaranya begitu megah dan mewah,” ujarnya.
Politikus Gerindra ini menilai, perkembangan IKN sangat pesat dibandingkan kunjungannya sekitar dua tahun lalu. Saat itu, sebagian besar proyek tetap dalam tahap perencanaan. Namun sekarang beragam akomodasi mulai terbangun.
“Dan sekarang apa nan disampaikan Ibu Deputi semuanya telah menjadi realita bahwa ada Masjid Ibu Kota, ada Gereja Basilika, ada instansi Pak Basuki, ada instansi istana Wakil Presiden. Mengalami kemajuan nan sangat pesat,” katanya.
Ia mengungkapkan MPR mendapat info mengenai persetujuan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif. Hal itu membuatnya semakin percaya rencana pemindahan ke IKN bakal terealisasi.
“Dan hari ini kami dikagetkan oleh pemberitahuan nan disampaikan oleh Kepala Otorita, Pak Basuki, bahwa persetujuan gedung parlemen—MPR, DPR dan DPD—sudah mendapat persetujuan dari Presiden. Termasuk persetujuan tentang gedung Yudikatif. Itu artinya apa? Insyaallah kita tetap bakal pindah di IKN,” ujar Muzani.
Menurut dia, kunjungan ini bermaksud memastikan kepastian pemindahan lembaga negara ke IKN.
“Ini nan sebenarnya maksud kehadiran kami semua beserta para ketua MPR untuk memastikan bahwa kapan kita bakal pindah, di mana kita bakal pindah, dan hari ini kita dapat kepastian bahwa kita bakal pindah dengan gedung nan lebih megah,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·